MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Laksanakan Operasi Patuh Toba, Satlantas Polres Sergai Diduga Cari Cari Kesalahan Pengendara

harian9 author photo
Bukti Surat tilang dari Satlantas Polres Sergai

SERDANG BEDAGAI| H9
Mulai dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 mendatang, pihak kepolisian melakukan operasi Patuh Toba. Operasi inipun dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Mirisnya, operasi ini sepertinya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum petugas di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) untuk mencari cari kesalahan pengendara sepeda motor yang melintas.

Seperti yang yang dialami Deni (32) warga Dusun V Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah. Deni merasa kecewa terhadap oknum Satlantas Polres Sergai saat melakukan razia di Desa Sei Rampah tepatnya didekat jembatan Sungai Rampah, Senin (2/9/2019).

Kepada Harian9.com, Deni menuturkan, saat itu dirinya ingin mengantarkan anaknya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor RX King BK 2529 XM, namun saat melintas lewat jembatan Sei Rampah, dirinya di stop oleh salah satu oknum Satlantas Polres Sergai yang melakukan razia Patuh Toba 2019.

Saat distop lanjut Deni, petugas kemudian meminta untuk menunjukkan surat surat kelengkapan sepeda motor. Ketika ditunjukkan, petugas Satlantas kemudian mempermasalahkan Plat nomor kendaraan (BK) dengan STNK yang menurut mereka (petugas) berbeda tanggal masa berlakunya.

"Saat mau ditilang, saya sempat beradu argument dengan oknum Satlantas tersebut bang, karena menurut saya semua surat surat yang saya bawa lengkap dan masih berlaku. Terkait plat Kendaraan juga tidak saya rubah dan masih asli,"ungkapnya.

Anehnya, dikatakan Deni, setelah terjadi perdebatan itu, petugas Satlantas tidak memberikan tilang atas surat surat kelengkapan kendaraan bermotor tersebut. Namun, petugas memberikan penilangan dengan alasan lampu sepeda motor yang tidak dihidupkan. Padahal menurutnya, lampu depan sepeda motornya tersebut hidup saat berangkat dari rumah.

"Inikan aneh bang, kenapa kok tiba tiba petugas Satlantas tersebut memberikan surat tilang, dengan alasan karena kesalahan saya tidak menghidupkan lampu depan sepeda motor. Lampu tersebut tidak menyala, karena posisi saya kan sedang berhenti,"ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, petugas Satlantas Polres Sergai sepertinya tidak mengindahkan himbauan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat menggelar acara syukuran masa setahun menjabat sebagai Kapolda Sumut, kamis (15/8/2019) lalu.

Padahal diacara tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto terang terangan menghimbau dan mengharapkan kepada jajarannya untuk benar-benar memberi rasa nyaman kepada masyarakat. 
Dikatakannya, bahwa jangan pernah lagi ada polisi yang mencari-cari kesalahan masyarakat, terutama di jalanan.

Agus menegaskan, bahwa teguran dan imbauan tersebut harus lebih dikedepankan oleh pihak kepolisian, bukan langsung melakukan tindakan.

"Saya imbau kepada seluruh personel Polri jangan pernah lagi mencari-cari kesalahan masyarakat, terutama kepada polisi lalulintas. Beri rasa nyaman dan aman kepada masyarakat. Polantas harus lebih mengedepankan teguran dan imbauan, bukan tindakan penilangan,"kata Irjen Agus Andrianto.

Sementara itu, menyikapi kelakuan anggota Satlantas Polres Sergai  yang diduga mencari cari kesalahan saat melakukan razia, Kasat Lantas AKP Haris Sihite saat dikonfirmasi melalui KBO Lantas IPTU Pandiangan mengatakan, bagi masyarakat yang komplin ataupun keberatan terhadap oknum petugas di lapangan silahkan mengadu ke propost.

"Adukan saja ke propost bang, kalau ada yang keberatan,"ucapnya singkat.(budi9)

Komentar Anda

Berita Terkini