MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Lakukan Pemerasan, Oknum Mahasiswa Palas Terjaring OTT

harian9 author photo
Kapolres Tapsel AKBP. Irwa Zaini Adib, SIK, MH memberikan keterangan pers terkait OTT Oknum mahasiswa yang melakukan dugaan pemerasan, di Mapolres Tapsel.

TAPSEL| H9
Oknum mahasiswa Semester VII pada salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Padang Lawas (Palas) JTN (26) akhirnya mendekam di balik jeruji besi akibat ulahnya yang melakukan pemerasan usai melakukan unjuk rasa di Kantor Bappeda Palas dan Kejaksaan Negeri Sibuhuan baru-baru ini.

Kasusnya kini ditangani penyidik Unit Ekonomi dan Tipikor Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dan dikenakan Pasal 368 Ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana pemerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

“ Benar, Polsek Barumun atau Polres Tapsel, telah menangani suatu perkara atau dugaan terjadinya tindak pidana pemerasan dimana tersangkanya JTN, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pemerasan, “ ujar Kapolres Tapsel AKBP. Irwa Zaini Adib, SIK, MH didampingi Wakapolres Kompol Jumanto, SH, MH, Kasat Reskrim AKP. A. Alexander, SH, MH, Kanit Ekonomi Iptu Aswin Manurung, SH dan Kanit Tipikor Iptu Said Rum Harahap, SH di Mapolres Tapsel, Senin (2/9)

Kapolres menjelaskan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsek Barumun, terjadi Rabu (28/8), sekira pukul 15.45 Wib, di Cafe Sahabat Kuliner (Saku) Lingkungan VI, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatana Barumun, Kabupaten Palas.

Disebutkan Kapolres, operasi yang dilakukan jajarannya, ditenggarai adanya dugaan pemerasan oleh oknum mahasiswa JTN selaku penanggung jawab Organisasi Masyarakat (Ormas) Kepedulian Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (KPMN) dengan meminta uang puluhan juta rupiah kepada pihak Bappeda melalui kuasa hukum Bappeda Kabupaten Palas, dengan modus Ormas yang bersangkutan tidak akan melakukan unjuk rasa lagi, terkait dugaan korupsi perjalanan Dinas di Bappeda Kabupaten Palas TA.2016.

“ Karena pihak Bappeda merasa adanya unsure pemerasan dan permintaan sejumlah uang dengan dalih untuk membayar uang kuliah sebahagian mahasiswa yang tergabung dalam Ormas KPMN Palas, akhirnya pihak Bappeda Palas melalui kuasa hukumnya tersebut, melaporkan dugaan pemerasan tersebut kepada Polsek Barumun, “ ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, dalam OTT tersebut pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti satu buah tas ransel warna biru merek Polo, satu buah plastik warna hitam, satu unit handphone merek Oppo warna hitam. 2 lembar surat Ormas KPMN dengan tujuan kantor Bappeda Palas perihal pemberitahuan aksi No:01/KPMN/VIII/2019 tertanggal, 21 Agustus 2019, uang sebanyak Rp.20 juta dan 2 lembar surat Ormas KPMN dengan tujuan Kantor Bappeda Palas perihal pemberitahuan aksi No:02/KPMN/VIII/2019 tertanggal 27 Agustus 2019.

“ Saat kasus ini masih kita dalami, dengan melakukan penyelidikan, ditemukan fakta-fakta bahwa Ormas KPMN Kabupaten Palas belum pernah terbentuk, tidak memiliki legalitas dari pemerintah sebagai dasar hukum pendirian Ormas dan juga tidak adanya data yang akurat terkait dugaan korupsi perjalanan dinas Bappeda Palas, karena yang mereka sampikan saat unjuk rasa hanya cerita ke cerita saja dan hanya mengandalkan info dari berita salah satu media kalau laporan tersebut sudah pernah dilaporkan ke Kejari Palas pada tahun 2016, “ tutur Kapolres.

Atas kehadian ini agar tidak terulang lagi, Kapolres mengimbau kepada setiap organisasi, elemen, lembaga maupun ormas dalam pendiriannya agar memiliki legalitas dan saat akan melakukan unjuk rasa ataupun menyampaikan pendapat di muka umum kiranya membuat pemberitahuan resmi ke pihak Kepolisian terdekat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“ Kepolisian tetap menghargai setiap orang untuk menyampaikan pendapat di muka umum, asalkan organisasinya kegal dan sebelum aksi mebuat pemberitahuan ke pihak Kepolisian, guna mengkawal dan menjaga agar tidak ditunggangi pihak lain, yang bisa menciderai tuntutan mahasiswa, “ terang Kapolres.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini