MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Nilai Tukar Rupiah Selasa Ini Lemah di Level Rp.14.253/USD

harian9 author photo
MEDAN| H9
Nilai tukar Rupiah masih melemah 0,39% atau berada di level Rp.14.253/USD. Pelemahan ini seiring dengan minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Hal ini dikatakan pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (3/9/2019).

Selain rupiah, perdagangan saham hari ini ditutup turun 28 poin atau turun 0,46% dilevel 6.261. IHSG tertinggi berada di level 6.310 dan terendah berada di level 6.248. pelemahan saham hari ini seiring dengan respon perang dagang AS dengan China. 

"Lagi-lagi perang dagang AS dengan China menyebabkan saham-saham diberbagai bursa mengalami penurunan dimana indeks saham Hangseng turun 0,38%, indeks Kospi turun 0,46%, Indeks Philiphina turun 1,43%," katanya.

Tak hanya perang dagang AS dengan China yang kini menjadi  penyebab turunnya perdaganagn saham hari ini. adanya penurunan ekspektasi investor terkait pertumbuhan ekonomi global serta adanya sinyal pelonggaran suku bunga membuat investor baik di pasar uang maupun pasar modal lebih berhati-hati.

Dari dalam negeri, investor saham di pasar modal saya kira harus cermat menyikapi ketidakpastian ekonomi saat ini dan pelemahan IHSG. 

"Penurunan IHSG saya kira masih berlanjut namun demikian sebagai solusinya investor harus cermat memilih saham-saham yang berada di bawah harga wajar dan murah berdasarkan nilai fundamentalnya serta menentukan target profit (TP) maupun stoploss dari setiap saham yang dimiliki agar investasi yang dilakukan lebih terarah," ujarnya.

Sementara itu, saham ERAA, SMBR dan INKP bisa dijadikan menu investasi dalam jangka menengah.

Adanya ekpektasi penurunan suku bunga yang dilakukan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam waktu dekat membuat sejumlah investor beralih pada dólar AS. 

Hal ini membuat dólar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang negara lainnya kecuali Yen. Dimana yen mampu bertahan 0,14% terhadap dólar AS. (kl9)
Komentar Anda

Berita Terkini