LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

5.800 Ekor Babi Mati Karena Virus Cholera, F-PDIP DPRDSU Sebut Pemerintah Harus Bertanggungjawab

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut mencatat kasus kematian babi akibat terkena virus Hog Cholera mencapai 5.800 ekor yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Seperti diketahui 11 kabupaten/kota yakni di Karo, Dairi, Humbanghasundutan, Deliserdang, Medan, Toba Samosir, Serdangbedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menilai peristiwa ini sungguh sangat memperihatinkan. Karena berdampak kepada kerugian bagi para peternak babi dan tentu akan berpengaruh pada tingkat pendapatan asli daerah.

"Atas peristiwa ribuan ternak babi yang mati akibat penyakit kolera kami menilai bahwa Dinas Ketahanan dan Peternakan sekaligus Dinas Kesehatan lalai dalam menjalankan fungsinya," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Meryl R Saragih SH MH, Rabu (13/11/2019).

Menurut Meryl, wabah kolera yang menyerang ribuan ternak babi sesungguhnya bukan sebuah peristiwa yang secara mendadak dan tiba-tiba, melainkan secara perlahan yang menular dari satu ternak babi keternak babi lainnya.

Seandainya dinas terkait terus menjalankan fungsi kerjanya yang dalam hal ini adalah melakukan kontrol dan pengawasan sekaligus pengecekan kesehatan kepada setiap hewan ternak maka peristiwa matinya ribuan babi tidak terjadi. "Pemerintah harus bertanggungjawab atas peristiwa matinya ribuan babi tersebut," ketusnya.

Pihaknya sangat kecewa dan prihatin kepada pelaku peternak babi dan pemerintah yang juga lalai serta serampangan tanpa memperdulikan dampak lingkungan, dampak kesehatan dan juga tentu dampak bagi kerukunan umat beragama dengan membuang bangkai-bangkai babi ke sungai. 

Jelas tindakan ini telah melanggar undang-undang terkait pencemaran lingkungan hidup yang terancam tindak pidana dengan hukuman 10 penjara apabila terbukti dengan sengaja melakukan pencemaran lingkungan. "Kami pastikan bahwa pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa ini," jelasnya.

Selanjutnya, Meryl yang juga anggota Komisi A DPRD Sumut ini, menyarankan kepada pemerintah daerah dan para peternak babi untuk bersama-sama membakar dan menguburkan seluruh babi yang mati, agar dampak dari pencemaran lingkungan dapat teratasi.

"Kami atas nama DPRD Sumut terus mengawasi dan terjun kelapangan untuk memastikan semua babi yang mati dibakar dan dikubur dan mengawasi semua proses pengusutan peristiwa ini," tegasnya. (Ogi9)

Komentar Anda

Berita Terkini