LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Bangkai Babi di Buang ke Laut, Harga Daging Ayam Naik di Medan

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Sejauh ini, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat terpantau stabil. Harga kebutuhan pokok tersebut terlihat normal dan tidak mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Kecuali memang terjadi kenaikjan harga pada komoditas pangan daging ayam. Untuk harga cabai merah, justru belakangan ini mengalami penurunan.

Seperti yang dikatakan Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan cabai merah yang di awal bulan sempat diperdagangkan dikisaran 35 ribu per Kg, saat ini harganya dijual dikisaran 33 ribuan per Kg. Turun teetapi tidak begitu signifikan. Sementara untuk komoditas cabai rawit, ternpat naik menjadi 42 ribuan per Kg saat ini. Komoditas yang mengalami kenaikan lainnya adalah bawang merah dan bawang putih.

"Sejauh ini, harga bawang merah dan bawang putih bertengger di 31 ribu per Kg. Padahal di bulan lalu sempat diperdagangkan dikisaran 20 ribuan per Kg. Bawang berpeluang menjadi penyumbang inflasi terbesar di bulan November ini. Walaupun masih terlalu dini untuk memperhitungkan besaran angkanya," katanya, Senin (18/11/2019).

Hanya saja yang patut disayangkan adalah adanya kenaikan harga daging ayam disaat stok daging ayam justru melimpah. Katakanlah, harga daging ayam di awal bulan sempat dertengger di 28 ribuan per Kg. Namun saat ini, harga daging ayam naik menjadi 31 ribu per Kg. Pemicu kenaikan harga daging ayam oleh buruknya pemberitaan bangkai babi akibat serangan penyakit yang dibuang ke laut.

"Kabar tersebut membuat penjualan ikan segar mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal, laut itu kan luas, dan nelayan juga tidak mencari ikan di sekitar bangkai babi itu sendiri. Tetapi seakan-akan seluruh laut di dunia ini tercemar dengan bangkai babi yang dibuang kelaut. Ini kan penafsiran yang tidak proporsional," ujarnya.

Dan sayangnya masyarakat langsung membentuk kesimpulan yang tidak rasional, dengan cara mengurangi konsumsi ikan. Keluhan penjualan ikan tidak hanya dirasakan oleh pedagang. Penjajah makanan di rumah makan juga begitu, mereka mengeluhkan berkurangnya peminat konsumen ikan. Ini jelas sangat merugikan semua pihak.

"Bahkan yang disayangkan adalah adanya anjuran ke masyarakat agar tidak mengkonsumi ikan karena takut wabah yang menyerang babi juga menyerang ikan. Saya menilai pemerintah perlu meluruskan hal tersebut. Jangan biarkan isu-isu seperti ini membuat harga daging ayam menjadi mahal dan konsumen dirugikan, nelayan dan pedagang ikan merugi karena omset penjulan turun," pungkasnya. (kl9)


Komentar Anda

Berita Terkini