MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

BI Sumut: Waspadai Inflasi di Bulan November pada 5 Komoditi

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan  secara historis, tekanan inflasi pada November 2019 terutama bersumber dari 5 komoditi atau bahan makanan dan komoditas rokok. Dimana 5 komoditi itu yakni cabai merah, bawang merah, ikan, telur dan daging ayam.

Meski pada Oktober 2019 Sumatera Utara mengalami deflasi 0,28 persen, namun dalam dua bulan ke depan yakni November dan Desember perlu lebih diwaspadai lagi karena pengaruhnya akan membuat inflasi keseluruhan tahun 2019  diperkirakan masih tinggi di posisi 4,0 - 4,5 persen (yoy).

"Tingginya inflasi 2019 dipengaruhi antara lain oleh inflasi kelompok bahan makanan, makanan jadi serta kelompok sandang. Merespon hal tersebut, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan upaya-upaya pengendalian menjaga laju inflasi Sumut hingga akhir 2019. "Minggu depan kami rapat koordinasi TPID untuk membahas masalah ini," kata Wiwiek," Kamis (7/11/2019).
     
Begitu pula pada Desember 2019 tekanan inflasi biasanya juga meningkat terutama bersumber dari  bahan makanan dan penyesuaian tarif angkutan udara menjelang libur akhir tahun. "Jadi tekanan inflasi Desember juga perlu mendapat perhatian serius," katanya.
  
 Dengan perkiraan itu, inflasi 2019 diperkirakan masih tinggi berkisar 4,0 sampai 4,5 persen yoy, jauh lebih tinggi dari tahun 2018 sebesar 1,23 persen yoy. "Namun harapan kita turun," ungkapnya.
   
Dalam dua bulan ini pengaruh bahan makanan yakni peningkatan komoditas bumbu-bumbuan khususnya cabai merah karena produksi belum optimal di tengah permintaan yang tinggi. Makanan jadi meningkat seiring dengan event besar seperti pariwisata daerah. Sandang, tendensi peningkatan harga emas di pasar global.    
   
Risiko inflasi yakni fluktuasi harga pangan, khususnya hortikultura yang rentan terhadap kondisi cuaca. Harga tiket pesawat  beresiko dalam tren yang  yang kembali meningkat. Perbaikan harga minyak dunia perlu diwaspadai karena akan mempengaruhi penyesuaian harga bahan bakar domestik. Penyesuaian harga rokok secara gradual sejalan dengan kenaikan cukai rokok rata-rata 23 persen dan mulai Januari 2020.

"Untuk menjaga agar inflasi Sumut dapat berada pada rentang target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen sampai akhir tahun 2019, BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) merekomendasikan lima pengendalian inflasi jangka pendek yakni memantau harga pasar, menggiatkan  Satgas pangan,  menguatkan data produksi, melaksanakan operasi pasar dan melakukan dialog dengan pelaku pasar," pungkasnya. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini