MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Cadangan devisa naik, bukan berarti untuk hadapi kemungkinan resesi

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Cadangan devisa nasional mengalami kenaikan jumlah yang sangat signifikan. Dalam sebulan kenaikan devisa sebesar $2.4 Milyar merupakan angka yang signifikan. Mengingat laju pertumbuhan ekspor nasional belakangan ini juga mengalami perlambatan. Bank Indonesia menuturkan kenaikan jumlah cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan obligasi, devisa migas dan dari devisa lainnya.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, peningkatan jumlah cadangan devisa ini baik bagi perekonomian. Khususnya untuk berjaga-jaga manakala terjadi capital outflow yang besar disaat kondisi ekonomi bermasalah. Jika diakitkan dengan kondisi ekonomi saat ini, jelas semakin besar cadangan devisa tentunya akan semakin baik. Ancaman resesi yang ditakutkan akan terjadi di tahun depan, bisa diminimalisir dengan cadangan devisa tersebut.

"Pada dasarnya resesi erat kaitannya dengan aliran dana keluar atau dikenal dengan capital outflow. Hanya saja aliran dana keluar tersebut belum tentu akan terjadi saat resesi ekonomi di tahun depan. Karena saya menilai, saat ini sejumlah negara besar atau bahkan negara yang mata uangnya disebut save haven, kondisi fundamental ekonominya bermasalah," katanya, Kamis (7/11/2019).

Bahkan resesi justru akan muncul dari negara besar tersebut. Jadi kalau terjadi resesi yang diakibatkan dari negara tersebut, maka logikanya kemana investor akan menyimpan uangnya?. Tentunya ke tempat yang memberikan keuntungan yang lebih baik. Jadi ancaman resesi tahun depan ataupun ekspektasinya tahun 2021, belum bisa disimpulkan akan terjadinya aliran dana keluar dari Indonesia.

"Kalaupun terjadi resesi, investor global cenderung akan memburu emas dibandingkan dengan bentuk aset lainnya. Resesi yang diperkirakan akan terjadi di tahun tahun mendatang. Belum tentu akan membuat investor memburu US Dolar sehingga posisi Rupiah terancam. Yang penting pemerintah mampu mempertahankan daya beli masyarakat dan menjaga pertumbuhan tetap di 5%-an," ujarnya.

Jadi penambahan jumlah cadangan devisa tersebut memang baik. Tetapi kalau dikaitkan dengan ancang-ancang persiapan menghadapi resesi ekonomi global, saya pikir tidak sepenuhnya demikian. Justru saya melihat ada potensi penambahan jumlah cadangan devisa saat resesi akan terjadi nantinya.(kl9)

Komentar Anda

Berita Terkini