LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Curi Surat Suara Pilkades 12 Warga Simangambat Jadi Tersangka

HARIAN9 author photo
TAPSEL|H9
Sebanyak 12 orang warga Desa Kosik Putih Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), ditetapkan sebagai tersangka oleh  Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), 11 orang diantaranya sudah ditangkap dan satu orang masih dalam daftar Pencarian Orang (DPO), dalam kasus pencurian kertas suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019,

Hal itu diungkapkan Kapolres Tapsel AKBP. Irwa Zaini Adib, SIK, MH didampingi Wakapolres Kompol Jumanto, SH,MH, Kasat Reskrim AKP. Alexander Piliang, SH,MH, Kasubbag Humasy Iptu Alpian Sitepu dan penyidik Sat Reskrim Iptu Tri Hardijanto, SH saat menggelar konfetensi pers di aula Sat Reskrim Polres Tapsel, Rabu (20/11).
           
Selain menetapkan 12 orang sebagai tersangka Polres Tapsel juga mengamankan barang bukti 2 buah kotak suara, 10 buah bilik suara, 2380 lembar surat suara Pilkades yang telah rusak dan satu unit handphone android merk Samsung J1 Ace warna hitam.

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib SIK,MH memaparkan, kejadian tersebut berawal dari dilaksanakanmya unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan Kantor Bupati Kabupaten Paluta, terkait ketidakpuasan 3 Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) yang juga sebagai tersangka masing-masing P, S dan L yang dinyatakan tidak lulus seleksi sebagai Bakal Calon (Balon) Kades Kosik Putih Kecamatan Simangambat Kabupaten Paluta.

Kemudian pada Selasa (12/11), sekira pukul 17.00 Wib, ke tiga tersangka bersama massa lainnya melakukan pertemuan di rumah tersangka lainnnya J, yang mana dari hasil pertemuan tersebut di dapati kesepakatan untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kepala Desa Kosik Putih dan sepakat untuk berkumpul kembali di rumah tersangka J, sekira pukul 21.00 Wib, dengan massa yang lebih banyak bersama-sama menuju Kantor Kades untuk melakukan unjuk rasa lanjutan.

Dengan massa kurang lebih 200 orang, warga yang merasa kecewa karena panutannya di gugurkan pencalonannya langsung mendatangi Kantor Kades dan melakukan aksi anarkis yang dimotori Sm, A alias Gaol, DP dan Su alias Gembel, dengan cara membuka paksa Kantor Kades dan merusak lokasi-lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Saat itu juga ucap Irwa, tersangka lainnya, UN alias Anas, RTT alias Roma, EB alias Budi dan H, masuk ke Kantor Kades dari salah satu jendela, kemudian mendobrak pintu ruangan tata usaha tempat penyimpanan kotak suara. Selanjutnya mereka mengambil surat suara dari dalam kotak suara tersebut dan membuangnya ke rawa rawa yang berada di belakang Kantor Kades.  

Usai membuang semua kertas suara yang mereka ambil, massa langsung membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Namun aparat kepolisian yang mengetahui kejadian langsung turun ke lokasi dan mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“ Sewaktu kejadian, acara Pilkades belumlah berlangsung dan aksi massa bertujuan ingin menggagalkan Pilkades tersebut. Dari hasil menyelidikan, kami menetapkan 12 orang tersangka dan menangkap 11 tersangka, sementara 1 orang tersangka lagi yang melarikan diri masuk dalam DPO. Atas prbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat (1) Jo 363 ayat (1) ke 2,3,4 Jo pasal 160 Jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, “ terang Irwa.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini