LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Huawei TechDay 2019 Bangun Pola Pikir SDM

HARIAN9 author photo
JAKARTA| H9
Huawei, perusahaan TIK terkemuka dunia, menegaskan komitmennya untuk dapat turut serta dalam membangun pola pikir masa depan bagi sumber daya manusia (SDM) mengenai strategi pendeteksian dini terhadap keamanan di ruang siber melalui diselenggarakannya TechDay di 3 (tiga) universitas terkemuka di Indonesia. TechDay merupakan bagian dari program SmartGen 2019 yang bertujuan membangun kesiapan Indonesia memasuki era 5G bersama digelarnya teknologi-teknologi baru di masa depan. 

Tidak lama lagi teknologi 5G diprediksikan akan mulai merambah di kehidupan sehari-hari dengan membawa kecepatan yang makin tinggi dan tingkat latensi yang kian rendah. Melalui penjelajahan yang mendalam, teknologi baru ini berpotensi membuka beragam peluang dan pemanfaatan baru di setiap lini kehidupan manusia di masa depan, mulai dari penerapan Internet of Things (IoT) di rumah-rumah, kendaraan nirpengemudi, hingga kota pintar.

Tidak seperti saat pergantian generasi jaringan seluler terdahulu, 5G bukan melulu soal kehadiran teknologi yang revolusiner, namun kehadirannya juga menuntut dibangunnya pola pikir SDM yang evolusioner, serta kolaborasi yang apik oleh semua pihak yang terkait.

Di sisi lain, kehidupan yang serba terhubung di era 5G juga tak luput dari risiko terhadap keamanan lalu lintas informasi yang diakibatkan oleh serangan siber maupun upaya-upaya pembobolan data. Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa selama tahun 2018, lebih dari 200 juta serangan siber dilancarkan mengarah ke Indonesia.[1]

Mengingat akan hal tersebut, Huawei tergerak untuk mengemban tugas dalam turut mengembangkan SDM di masa depan yang dibekali dengan pola pikir baru dan pemahaman yang menyeluruh mengenai sistem deteksi dini dan mitigasi keamanan siber melalui diselenggarakannya serangkaian kegiatan alih pengetahuan yang dikemas dalam bentuk lokakarya bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman siswa mengenai teknologi 5G, membuka wawasan mereka terhadap seluruh potensi dan manfaat dari teknologi tersebut bagi masyarakat, serta mitigasi dini terhadap risiko keamanan siber di tengah berkembangnya tantangan dalam upaya perlindungan data dan privasi di masa kini.

Ken Qijian, Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, “Kerja sama yang terjalin antara BSSN dan Huawei dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukatif seperti pertukaran informasi, lokakarya, dan pelatihan di bidang keamanan siber merupakan bentuk komitmen kami dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi dalam pengembangan riset di bidang keamanan siber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas personil maupun teknologi demi terwujudnya keamanan siber nasional yang kokoh.” katanya di Jakartra, Selasa (19/11/2019).

Ia melanjutkan, “Agar kita selalu berada di garis terdepan dalam upaya memperkuat keamanan siber, dibutuhkan pola pikir selangkah lebih jauh. Hal ini menuntut peran serta dan komitmen dari semua pihak untuk turut mengubah cara pandang dan menerapkan langkah-langkah strategis yang lebih konkret dalam upaya memperkokoh keamanan, mengantisipasi isu-isu terkait privasi, membangun kesadaran masyarakat, serta dalam menghadirkan solusi-solusi perlindungan dan keamanan siber.”

Kehadiran teknologi mutakhir, seperti Artificial Intelligence (AI), IoT, dan lain sebagainya, tidak bisa dimungkiri lagi. Di masa depan, teknologi AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang signifikan di bidang keamanan komputasi. Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai peranti yang esensial dalam membangun sistem pertahanan siber, dari pengembangan sistem deteksi dini malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikkan ke jaringan komputasi. Perannya signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta dalam upaya meningkatkan skala respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara cerdas.

TechDay tahun ini diselenggarakan di 3 (tiga) universitas terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Telkom Bandung, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan mengajak sejumlah ahli di bidang terkait untuk berbagi pandangan dan pengetahuan kepada siswa. Selama panel berlangsung, Huawei juga membagikan perspektifnya terhadap keamanan dan bagaimana teknologi dan solusi Huawei akan dapat selaras dengan upaya dan inisiatif BSSN dalam mengembangkan sistem deteksi dini keamanan di ruang siber.

Seperti tercantum dalam penandatanganan kerja sama antara BSSN dan Huawei bulan lalu, keduanya sepakat untuk melanjutkan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang turut menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber kepada semua kalangan, dari bidang akademik maupun masyarakat luas.(Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini