MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Hubungan India Malaysia Memburuk, Untungkan Petani Sawit

HARIAN9 author photo
MEDAN|H9
Kabar gembira datang dari harga CPO dunia, yang tentuny akan menjadi kabar baik bagi para petani sawit di tanah air maupun di SUMUT. Di tahun 2019 ini, harga CPO mencatatkan kenaikan yang sangat tajam dan merealisasikan angka tertinggi selama 2019. Harga CPO saat ini di level 2562 ringgit per ton, yang merupakan level tertinggi di tahun 2019.

Pengamat ekonomi Sumut,Gunawan Benjamin mengatakan, pemicu kenaikan harga CPO tersebut terjadi saat perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan bahwa new delhi “menyerbu dan menduduki” Kashmir. Pernyataan tersebut dilontarkan di majelis umum PBB. Reaksi keras dari India dengan memboikot produk CPO dari Malaysia berbuah manis terhadap kenaikan harga CPO itu sendiri.

"Aksi boikot ini menjadi pemicu meroketnya harga CPO belakangan ini. Kenaikan harga CPO tersebut tentunya akan dinikmati oleh para petani sawit di tanah air maupun di SUMUT. Disisi lainnya, kesepakatan perang dagang yang sepertinya akan terjadi dalam waktu dekat oleh AS dan Cina turut mendorong kenaikan harga CPO," ujarnya.

Namun, diimbau kepada para petani untuk tidak bereuforia terlalu berlebihan dengan kenaikan harga CPO tersebut. Pasalnya, bisa saja aksi boikot sawit itu tidak terjadi dalam waktu lama. Yang artinya jika kedua belah pihak antara India dan Malaysia melakukan perdamaian. Bukan tidak mungkin harga CPO akan kembali mengalami penurunan.

"Jadi, nantinya kita akan kembali lagi kepada sisi permintaan dan penawaran atau isu fundamental saat hubungan kedua negara membaik. Dan lagi-lagi isu ekonomi global terkini berpengaruh buruk bagi harga komoditas unggulan tanah air. Jadi kita tetap bersyukur oleh kenaikan harga CPO ini, mudah mudahan harganya tidak kembali turun. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ada nantinya," pungkasnya.(kl9)

Komentar Anda

Berita Terkini