PPK


LARISPA


Kemendag Tandatangani Naskah Teknis Kerja Sama Dorong Ekspor Dekorasi Rumah Indonesia ke Pasar Eropa

HARIAN9 author photo
JAKARTA| H9
Kementerian Perdagangan bersama para pemangku kepentingan di sektor dekorasi rumah (home décor) Indonesia menyepakati naskah teknis kerja sama (technical arrangement/TA) kolaborasi pengembangan sektor dekorasi rumah di Jakarta, kemarin.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor (KPE) Kemendag Marolop Nainggolan
mengungkapkan, disepakatinya TA ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kesepakatan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Belanda (Centrum tot Bevordering van de Import uit Ontwikkelingslanden/CBI) dalam mengembangkan sektor dekorasi rumah Indonesia ke pasar Eropa.

Piahk-pihak yang menandatangani kesepakatan TA tersebut yaitu Direktur KPE Kemendag Marolop Nainggolan, Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kementerian Perindustrian Tony T. H. Sinambela, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bonifasius W Pudjianto, Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, dan Perwakilan CBI Thomas Vonk.

“TA ini akan menjadi acuan bersama dalam rangka memperkuat kapasitas eksportir Indonesia di sektor produk dekorasi rumah, khususnya untuk meningkatkan daya saing ekspor dan tanggung jawab sosial usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia, sehingga lebih mudah masuk pasar Eropa," ujar Marolop.

Marolop melanjutkan, kerja sama di sektor dekorasi rumah ini akan berlangsung selama lima tahun sejak 2019-2024 dan kolaborasi antarinstansi pemerintah ini penting sebagai bentuk komitmen implementasi kerja sama di sektor dekorasi rumah.

Marolop juga menjelaskan, program kerja sama Kemendag dengan CBI Belanda terdiri dari
beberapa tahapan. Pertama-tama, perusahaan yang merupakan UKM yang telah mendaftarkan diri diseleksi melalui sistem audit yang ketat. Kemudian, perusahaan yang terpilih akan menjalani program pembinaan ekspor yang meliputi bimbingan teknis dan pelatihan, program-program pelatihan terkait pemahaman pasar Eropa, serta pengembangan kinerja tanggung jawab sosial.

Selanjutnya, program akan fokus kepada peningkatan strategi penetrasi pasar bagi UKM untuk dapat memasuki pasar Eropa. Pada tahap ini, UKM akan difasilitasi mengikuti berbagai kegiatan pemasaran seperti partisipasi pada pameran, misi dagang antarpelaku usaha (B2B), dan pemasaran daring.(rel)
Komentar Anda

Berita Terkini