MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Ketua Wadah Pegawai KPK Optimis Kapolri yang Baru Dapat Ungkap Kasus Novel Baswedan

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap optimis ditangan Kapolri yang baru Jenderal Idham Azis kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan akan terungkap. Hal itu diutarakannya, karena jenderal bintang empat itu sangat paham dengan anatomi kasus itu. 

"Saya mewakili pegawai KPK optimis ya, bahwa di bawah kepemimpinan kapolri yang baru itu kasusnya optimis akan segera terungkap," ujar Yudi kepada awak media di Medan, Jumat (1/11/2019).

Dikatakannya, antara pihaknya dengan Idham Azis sudah mempunyai hubungan yang baik. Karena sebelumnya, mereka sering berkoordinasi terkait dengan kasus Novel Baswedan. 

"Pak Idham Azis sudah mempunyai hubungan baik dengan saya Ketua Wadah Pegawai khususnya, sudah berkoordinasi. Pak Idham Aziz sendiri sejak dari Kapolda, Kabareskrim sudah memahami anatomi kasus bang Novel. Sehingga mungkin akan lebih cepat mengungkap kasus Bang Novel," paparnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah berjanji akan mengungkap kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ini. Bahkan ia sudah memberikan limit waktu. 

"Saya pikir ini menjadi perintah langsung dari Presiden sebagai kepala negara. Kami meyakini bahwa kasus ini segera terungkap. Supaya tidak menjadi beban bagi pemerintahannya, karena menjadi perhatian publik dan negara luar," ujarnya.

"Saya fikir kalau kasus ini terungkap akan jadi prestasi yang luar biasa bagi pemerintahan Pak Jokowi," tandas Yudi.
[16.50, 1/11/2019] budi warsito: Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Fachruddin Siregar mengingatkan jajaran PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) agar tidak melakukan hal-hal negatif. Itu disampaikannya, dihadapan para direktur dan pejabat di PTPN III. 

"Kesepahaman ini jangan dijadikan tameng atau bumper untuk melakukan hal-hal negatif diluar isi butir-butir kesepahaman," ujar Kajati Sumut Fachruddin Siregar, dalam keterangannya, usai Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Jumat (1/11/2019). 

Ia juga berpesan, agar PTPN III terus melakukan yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara. "Dengan adanya MoU ini, Kejati Sumut dan PTPN III harus saling mendukung untuk mencapai prestasi yang terbaik," tandas Fachruddin. 

Sementara itu, Direktur SDM & Umum Holding Perkebunan Nusantara Seger Budiarjo mengungkapkan, MoU dengan Kejati Sumut ini dikarenakan keterbatasan SDM PTPN III. "Sebenarnya sudah memiliki bagian hukum. Karena keterbatasan SDM, PTPN III jalin kerjasama dengan Kejatisu dalam bidang Datun," jelasnya.

"Permasalahan hukum yang dihadapi PTPN III antara lain adalah masalah lahan. Permasalahan lahan ini sering kali dijadilan isu yang sulit terutama dalam penyelesaiannya. Karena sebagian besar lahan perkebunan adalah nasionalisasi dari perkebunan zaman Belanda dulu," timpal Seger Budiarjo.

Selain kasus lahan, Budiarjo menguraikan kasus lainnya yang terkait dengan masalah hukum adalah pencurian TBS kelapa sawit. "Harapan kita, dengan penerapan UU Perkebunan dan kerjasama PTPN III dengan Kejati Sumut dalam penanganan masalah pencurian sawit ini akan memberikan efek jera kepada para pelakunya," tandasnya.

Dalam penandatanganan kesepakatan bersama di Kantor PTPN III Sei Sikambing Medan itu, turut hadir Wakajatisu Sumardi, Asdatun Hermanto, Aspidum Edyward Kaban, Asbin Akmal Abbas, Asintel Andi Murdji, Kabag TU Eddy Sumarman, para Koordinator, para Kasi dan Jaksa Pengacara Negara di Kejati Sumut.

Kemudian Senior Executive Vice President (SEVP) Koordinator Suhendri, SEVP SDM dan Umum Ahmad Guemar Harahap, General Manager PTPN III, para Kepala Biro dan Bagian dilingkungan kerja PTPN III.(kl9)
Komentar Anda

Berita Terkini