MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Lagi, 3 Pembunuh Aktivis LSM Di Labuhanbatu Ditangkap Poldasu

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Tim Gabungan Jahtanras Polda Sumatera Utara bersama Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu kembali menangkap tiga pembunuh aktivis LSM di Labuhanbatu, MS (48) dan MPS alias Sanjai (55).

Total saat ini sudah lima orang diamankan, sedangkan tiga tersangka lagi masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketiga tersangka yang ditangkap yaitu, DS (40) warga Kecamatan Jorlang Hataran Simalungun. Kemudiaan, JH(42) warga Perdagangan, Kabupaten Simalungun. Dan otak pembunuhan, WP alias Harry (40) warga Kecamatan Medan Maimun.

Sementara dua pelaku yang lebih dahulu diamankan yaitu, VS dan SH.

Kelima tersangka yang ditangkap merupakan pekerja dan pemilik KSU Amelia. Pelaku Harry diketahui merupakan pemilik KSU Amelia dan Jampi Hutahaen sebagai Humas KSU Amelia. Sementara VS, SH dan DS bekerja sebagai Security Kebun Kelapa sawit KSU Amelia.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs H. Agus Andrianto, SH, MH, kepada Wartawan, Jumat (8/11/2019) mengatakan,  motif pembunuhan terhadap Mareden Sianipar dan Sanjai merupakan buntut sengketa lahan  milik negara yang sebelumnya dikuasai KSU Amelia seluas 720 hektare. Lahan ini disita negara karena merupakan kawasan hutan sejak Tahun 2018.

“Setelah penyitaan, ada beberapa kelompok yang berusaha menguasai hasil lahan tersebut.  Ini yang melatar belakangi korban dihabisi para tersangka," kata Agus didampingi Dirkrimum Kombes Pol Andi Rian Tjahjadi, SH, SIK, MH, dan Kasubdit III Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak, SH, MH.

Kapolda menerangkan, pembunuhan terhadap kedua korban direncanakan dalam rumah JH (42). Dia mendapat perintah dari tersangka Harry untuk mengusir kedua korban, Maraden Sianipar dan Sanjai jika terlihat di kawasan lahan KSU Amelia.

"Tersangka Harry memerintahkan kepada Jampi agar tidak segan - segan menghabisi korban jika melakukan perlawanan," ucapnya.

Selain itu, Kapolda meminta ketiga tersangka yang buron agar menyerahkan diri. Identitas mereka sudah dikantongi Polisi, yakni JS, Ri dan HS.

"Segera menyerahkan diri. Kami tidak akan ragu menindak tegas jika mencoba kabur ataupun melawan," tutur mantan Wakapoldasu.

Sementara itu, Dirkrimum Kombes Pol Andi Rian menambahkan, korban Maraden Sianipar saat ditemukan tewas tidak lagi bekerja sebagai Wartawan.

"Saat dia ditemukan memang dia mengantongi Kartu Pers, tapi itu Tahun 2007. Korban belakangan ini berkerja di perkebunan. Korban ini pernah bekerja di TPL, Sinar Mas, dan baru sebulan mengundurkan dari salah satu Perusahaan perkebunan Provinsi Jambi," kata Andi.

Sebelumnya, dua pria diduga Wartawan dan anggota LSM tewas penuh luka didalam parit kawasan Perusahaan PT SAB/KSU Amalia Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir Labuhan Batu.

Kedua korban yakni, Martua P Siregar alias Sanjai (48) dan rekannya Maraden Sianipar (55). Mereka ditengarai sedang berjuang menangani kasus lahan di tanah negara eks PT SAB /KSU Amelia di  Dusun VI Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir. (HJ9)



Komentar Anda

Berita Terkini