MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Oktober 2019, 3 Kabupaten di Sumut Gagal Panen Akibat Banjir

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Curah hujan yang tinggi di Sumatera Utara, mengakibatkan beberapa daerah gagal panen untuk hasil holtikultura. Akibatnya petani mengalami kerugian disebabkan daerah pertanian tersebut banjir.

Kepala UPT.Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Marino, SP, MM mengatakan ada 3 kabupaten di Sumut yang mengalami banjir dengan menanam padi, cabai merah dan bawang merah.

"Keadaan bencana alam banjir di Sumut kita laporkan pada 25 Oktober 2019 yaitu Tapanuli Selatan, Batubara dan Deliserdang," katanya, Jumat (1/11/2019).

Dikatakannya, untuk Komoditi padi sawah, Kabupaten Tapanuli Selatan tepatnya di daerah Siabu (Madina) mengalami banjir dengan luas 1.263,5 hektar, yang mengakibatkan tanggul jebol. Daerah Sayur Matinggi terkena banjir dengan luas 32 hektar, disebabkan curah hujan yang tinggi. Kemudian daerah Tamtom Angkola terkena banjir dengan luas 11,5 hektar disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi. Sehingga didaerah Tapanuli Selatan  total luas yang terkena banjir yaitu 43,5 hektar.

"Sedangkan di Kabupaten Batubara dengan komoditi padi sawah tepatnya didaerah Sei Bala mengalami banjir dengan luas 5 hektar. Daerah Air Putih mengalami banjir dengan luas 10 hektar. Daerah Talawi mengalami banjir dengan luas 15 hektar. Kemudian di daerah Lima Puluh yang terkena banjir dengan luas 118,1 hektar. Sehingga total Batubara yang terkena banjir 148,1 hektar," ujarnya.

Sedangkan di Kabupaten Deli Serdang dengan komoditi sawah tepatnya daerah Hamparan Perak yang mengalami banjir dengan luas 6,5 hektar. Kemudian daerah Percut Sei Tuan juga mengalami banjir dengan luas 11,5 hektar. Sehingga untuk Kabupaten Deliserdang total bencana banjir 121,5 hektar.

"Untuk padi sawah masih dalam persemaian daerah yang terkena banjir yaitu Deliserdang tepatnya di Lubuk Pakam dengan luas 7,4 hektar," katanya.

Selain padi sawah, jenis komoditi cabai merah juga terkena dampaknya diakibatkan curah hujan yang tinggi. Yaitu di daerah Batubara tepatnya Lima Puluh Pesisir, dimana luas banjir 101 hektar. Kemudian kabupaten Tapsel tepatnya di Siabu, pertanian cabai merah juga terkena dampak karena curah hujan tinggi dengan luas 21 hektar.

"Terakhir komoditi bawang merah, ini hanya satu kabupaten yang terkena dampak banjir karena curah hujan tinggi, yaitu Kabupaten Batubara tepatnya di daerah Lima Puluh Pesisir dengan luas 2,5 hektar," ujarnya.

Dikatakannya, upaya Dinas Pertanian Sumatera Utara yang telah dilakukan agar bencana banjir dapat diatasi yaitu pertama dengan pembersihan parit parit, kedua penyedotan atau pembuangan air dari area pertamanan kesaluran irigasi dengan menggunakan pompa pompa milik brigade dan petani.

"Semoga dengan upaya ini petani dapat mengatasi jika ada bencana banjir lagi, dan DInas Pertanian siap membantu petani jika masih ada keluhan," pungkasnya. (kl9)

Komentar Anda

Berita Terkini