MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Pemkab Tapsel Gelar Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kes Tahun 2019

HARIAN9 author photo
TAPSEL| H9
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) gelar pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2019, yang dipusatkan di Torsibohi Nauli Hotel Sipirok, Kamis (7/11).

Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dengan tema, ‘Kita Gerakkan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera’, dibuka Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, yang ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Ny. Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu, Kadis Kesehatan dr. Sri Khairunnisa, Kadis PP dan PA Tiorisma Damayanti, Kadis PP dan KB Ahmad Ibrahim Lubis, Kepala Bappeda Abadi Siregar, Direktur UPT. RSUD Tapsel drg. Firdaus Batubara, Ketua GOW, BKMT, LPPLU, IBI, Camat se Kabupaten Tapsel, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapsel.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan merupakan agenda rutin yang sudah terprogram sebagai wadah menyikapi dan menampung berbagai perubahan, serta tingkat kebutuhan yang terus berkembang dalam gerakan PKK.

Karena itulah kata Syajrul, peran peserta PKK dalam mensukseskan kegiatan program kependudukan maupun keluarga berencana dipastikan sangat berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pencapaian program KKBPK dan Kesehatan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas sebagaimana yang kita kenal dengan 10 program PKK.

Dikatakannya, sesungguhnya kegiatan ini telah dilakukan secara nyata dan secara bertahap karena sebagian besar telah menunjukkan hasilnya dan juga telah mendapatkan pengakuan yang luas sebagai upaya bersama untuk meningkatan kepedulian peran serta masyarakat sebagaimana telah diatur dalam UU No. 10 tahun 1992 dan UU No. 23 tahun 1992.

“ Untuk menyegarkan ingatan kita yang kurun waktu 5 sampai 8 tahun kedepan Indonesia sebagai bagian dari negara di dunia akan mengalami yang disebut dengan bonus demografi. Adapun bonus demografi yaitu dimana suatu negara memiliki penduduk yang di dominasi usia produktif  (15-64 tahun) atas jumlah penduduk tidak produktif yang bisa dilihat dari angka rasio ketergantungan yang rendah, “ terang Syahrul

Oleh karena itu lanjut Syahrul, program ini merupakan kelanjutannya dari bonus demografi yang sekian tahun kedepan diprediksi Indonesia menjadi negara kelima terkuat di dunia tetapi itu bisa menjadi sebuah kenyataan manakala bonus demografi itu melahirkan atau mampu menciptakan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

“ Mungkin penduduk Indonesia tidak bisa dibayangkan manakala pada zaman Orde Baru dibawah kepemimpinan Suharto tidak mencanangkan program ini mungkin pada hari ini penduduk Indonesia sudah berada dikisaran 293 juta jiwa, “ paparnya.

Sebelumnya Kadis PP dan KB Ahmad Ibrahim Lubis dalam laporannya menjelaskan, adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan UU No. 52 tahun 2009, UU No. 36 tahun 2009, UU No. 23 tahun 2014 dan Surat Keputusan Bupati Tapsel No. 521/070/KPTS/I/2019 tentang penetapan lokasi penanggungjawab desa binaan/percontohan Kabupaten Tapsel.

Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan peran dan fungsi serta memberdayakan TP PKK Kecamatan dan Desa se Kabupaten Tapsel sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya yang berfungsi sebagai fasilitator, perencanaan, pelaksanaan dan penggerak pembangunan pada setiap tingkatan. (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini