LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Soal Wabah Hog Cholera, Masyarakat Jangan Takut Makan Ikan

HARIAN9 author photo
SERDANG BEDAGAI| H9
Menyikapi permasalahan isu yang menyebutkan bahwa ikan laut tercemar dan tidak aman dikonsumsi akibat bangkai babi yang terserang virus Hog Cholera, beberapa Kepala OPD di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Pemprovsu menggelar makan ikan bersama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin, selasa (19/11/2019).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai.

Adapun beberapa Kepala OPD tersebut diantarayakni Kadis Kominfo Drs. H. Akmal, AP, M.Si, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kadis Kelautan Perikanan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, Kadis Ketapang M. Aliuddin, SP, Kepala BPBD Henri Suharto, drh. Yusranaria Panjaitan dan  Rustiati Harahap perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu.

“Kegiatan ini, guna memastikan bahwa ikan laut aman untuk dikonsumsi. Jadi, isu yang menyebutkan ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi, hanya info sesat yang diembuskan oknum tak bertanggungjawab,”ujar Kadis Kominfo Akmal M.Si.

Lebih lanjut disampaikan Kadis Kominfo, bahwa kegiatan makan ikan bersama yang diikuti oleh jajaran kepala OPD ini sebagai simbol, jika ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan sekaligus menepis kabar bohong perihal terjangkitnya virus hog cholera terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat.

“Jadi kami tegaskan, masyarakat jangan takut makan ikan. Karena tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai,”ungkapnya.

Sedangkan Kadis Perikanan dan Kelautan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P mengatakan, bahwa virus Hog Cholera hanya menyerang kepada babi tidak menular terhadap spesies lain. Jadi tidak ada hubungannya, apalagi ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil.

“Bangkai bangkai babi yang dibuang ini juga tidak sampai kelaut, seluruhnya tertahan di sungai. Jadi ikan ikan dilaut tersebut aman untuk dikonsumsi,”ujar Kadis Kelautan.

Sementara itu, ditempat yang sama, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mengkonsumsi ikan, karena penularan virus kolera babi tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis.“Konsumsi ikan masih aman. Untuk itu tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan masih sangat diperlukan,” ungkapnya.

Usai melakukan makan ikan bersama, rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di atas aliran sungai.(Budi9)
Komentar Anda

Berita Terkini