MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Sumut Deflasi Lagi, Gunawan Berharap Kedepan Trend Deflasi Tidak Berlanjut Hingga Akhir Tahun

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Sumut tentunya bersyukur mampu mencetak deflasi pada Oktober kemarin. Angkanya cukup menggembirakan yakni sebesar 0.28%. Dan realisasi kumulatif inflasi selama tahun berjalan di SUMUT sebesar 3.21%. Kinerja inflasi SUMUT memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata nasional yang sebesar 2.2%. Namun menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin justru berharap Sumut tidak melanjutkan tren deflasinya hingga akhir tahun.

"Walaupun peluang deflasi masih tetap berpeluang terjadi. Katakanlah deflasi yang diakibatkan oleh kemungkinan penurunan harga cabai kedepan. Sejauh ini harga cabai merah sudah diperdagangkan dikisaran 37 ribuan per Kg. Namun potensi turunnya tetap terbuka. Dikarenakan adanya potensi dimana cabai merah belakangan persediannnya di pasar terus mengalami kenaikan," katanya, Jumat (1/11/2019).

Harga cabai merah saat ini memang hanya sedikit diatas harga wajarnya dikisaran 25 ribu hingga 35 ribu per Kg. Jadi saya berharap kedepan nantinya harga cabai bisa diperdagangkan di rentang harga tersebut. Jangan terlalu dalam mengalami penurunan.

"Jika turun lagi, dan dibawah rentang harga yang ideal, maka petani yang akan dirugikan. Kita semua harus memikirkan kesejahteraan petani yang menanam cabai. Jangan hanya berharap agar cabai ini harganya terus turun secara konsisten. Agar inflasi SUMUT bisa ditekan lagi. Dalam kondisi saat ini, saya menilai hampir smeua kebutuhan pokok masyarakat sudah sesuai dengan harga idealnya," ujarnya.

Kalau masih berharap deflasi, justru petaninya yang akan dirugikan. Potensi deflasi di bulan November ini sebaiknya hanya menggiring inflasi kumulatif nantinya di angka 3%. Dan di akhir tahun Gunawan melihatnya ada kemungkinan inflasi.

"Jadi Sumut khususnya TPID ataupun Bank Indonesia, untuk tidak menggebu-gebu agar inflasi bisa diturunkan lagi. Realisasi inflasi saat ini sudah sesuai dengan target. Terlebih sebelumnya Sumut justru mengalami inflasi di atas 5% di tahun ini. Jadi saya menilai realisasi inflasi selama tahun berjalan akan disekitaran 3.5%-an," katanya.

Ini sebuah prestasi, jangan dibandingkan dengan rata-rata nasional yang mungkin bisa di angka 2.5%-an di akhir tahun. Sumut pernah kedodoran, dengan inflasi yang sangat tinggi sekali. Tetapi menjelang akhir tahun, inflasinya bisa diredam. Konsumen memang pinginnya itu semua harga kebutuhan pokok murah, sementara tidak demikian dengan petani kita, yang justru mengharapkan harga tanamannya bisa dijual mahal.

"Saat ini harga kebutuhan pokok telah menemui titik keseimbangan yang ideal. Baik itu untuk petani maupun untuk konsumen. Saya berharap inflasi di dua bulan mendatang tidak berubah," pungkasnya. (kl9)

Komentar Anda

Berita Terkini