MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Tanggapan Pengamat Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Defisit BPJS yang terus mengalami kenaikan memang sangat mengkuatirkan. Pelebaran defisit tersebut tentunya sangat potensial memicu terjadinya penurunan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Inilah akar mengapa pemerintah pada akhirnya harus menaikkan iuran BPJS ditengah pelemahan daya beli masyarakat kita belakangan ini.

Dikatakan pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, jelas sekali, pelemahan daya beli belakangan harus terbebani dengan kenaikan iuran. Tetapi kebijakan seperti ini bukan tanpa alasan. Banyaknya masyarakat yang tidak ikut tertib membayar iuran, dan hanya membayar saat membutuhkan pelayanan medis, membuat defisit BPJS berpeluang terus membengkak.

"Masalah yang paling besar memang ada disitu. Kalau masyarakat kelas pekerja yang dibebankan iuran BPJS umumnya sangat tertib melakukan pembayaran rutin. Walaupun tetap saja kenaikan iuran ini juga membebani keuangan perusahaan maupun karyawan. Tetapi masyarakat yang tidak mendapatkan upah maupun masyarakat mandiri, cenderung abai untuk tertib dalam membayar iuran," katanya, Kamis (7/11/2019).

Padahal, operasional ideal perusahaan asuransi yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat itu adalah dengan mengumpulkan dana masyarakat melalui iuran, selanjutnya iurannya diinvestasikan, keuntungan dari investasi tersebut digunakan untuk membiayai operasional perusahaan maupun klien yang  membutuhkan layanan medis.

"Idealnya seperti itu, sehingga tidak harus mengalami defisit. Tetapi pada prakteknya selama ini kan tidak seperti itu. Banyak masyarakat yang hanya membayar iuran saat membutuhkan pelayanan medis saja. Padahal kan seharusnya semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Disaat sehat maupun sakit semuanya tetap membayar iuran BPJS, sehingga dana yang terkumpul banyak, dan dana kelolaan tersebut diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan perobatan masyarakat," ujarnya.

Belum lagi kebocoran lain yang diakibatkan oleh oknum pihak rumah sakit. Jadi memang ada beberapa masalah disitu yang memaksa iuran BPJS untuk dinaikkan. Demi alasan peningkatan pelayanan, kenaikan iuran BPJS saya pikir sudah tepat. Tetapi jika mengacu kepada daya beli masyarakat, jelas kenaikan iuran ini membebani masyarakat.

"Ini merupakan kebijakan dilematis bagi pemerintah. Dan saya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan salah satu pihak (masyarakat atau pemerintah). Ini adalah konsekuensi dari sebuah kebijakan. Dan tidak semua masyarakat juga memiliki kesadaran penuh pentingnya membayar iuran BPJS demi kemaslahatan bersama," pungkasnya. (Jae9)

Komentar Anda

Berita Terkini