-->

Tingkatkan Ekspor, IK-CEPA Bawa Langkah Positif Perkuat Kemitraan ke Korea Selatan

HARIAN9 author photo
BUSAN| H9
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang memimpin delegasi misi dagangan Indonesia menyampaikan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA), juga akan membawa langkah positif bagi kemitraan kedua negara, serta meningkatkan ekspor Indonesia ke Korea Selatan dan investasi Korea Selatan ke Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Mendag Agus saat membuka Forum Bisnis Indonesia-Korea Selatan dan penjajakan kesepakatan dagang (bussiness matching) di Busan, Korea Selatan, pada hari Rabu (27/11). Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja Mendag Agus ke Korea Selatan yang berlangsung pada 25--27 November 2019. Sebanyak 92 peserta dari asosiasi dan pelaku usaha hadir dalam acara itu. 

Turut hadir dalam Forum Bisnis, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi dan Ketua Umum Asosiasi Korea Indonesia Adhi Wargono. "Kolaborasi Korea Selatan dengan Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu ekonomi G20 paling dinamis, bisa membuat kedua negara memperoleh manfaat yang lebih besar dari pasar regional dan global. Inilah saat yang tepat bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi," ungkap Mendag Agus.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes RI Umar Hadi mengajak pengusaha Korea Selatan menjalin mitra dagang di Indonesia dan memanfaatkan KBRI Seoul, Atase Perdag Seoul, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan untuk meningkatkan perdag dan investasi kedua negara.

Sedangkan Duta Besar Kim Chang-beom menginfokan Indonesia adalah mitra dagang strategis bagi Korea Selatan dan mengajak pengusaha Korea untuk melihat Indonesia sebagai mitra potensial. Dubes Kim juga menjelaskan, perusahaan Hyundai bahkan akan berinvestasi di Kerawang Indonesia untuk membangun pabrik dan memproduksi mobil 200 unit per tahun.

Selanjutnya, Mendag Agus menyampaikan, Forum Bisnis ini menjadi salah satu tonggak penting bagi kedua negara. Terutama setelah perayaan kemitraan ASEAN-Korea yang ketigapuluh tahun yang menjadi bukti bahwa hubungan kedua pihak telah terjalin dengan sangat baik selama ini.

Penyelenggaraan forum ini, lanjut Mendag Agus, akan menjadi peluang besar bagi bisnis dari kedua negara untuk bersinergi dan berkolaborasi. "Forum ini diselenggarakan dengan tujuan membangun hubungan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Korea Selatan," imbuhnya.

Mendag Agus juga memaparkan upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan melakukan reformasi dan membuka perekonomian. Hasilnya, peringkat kemudahan melakukan bisnis di Indonesia semakin membaik serta nilai investasi dan kepercayaan pasar semakin meningkat.

Pemerintah Indonesia berkomitmen terus mengembangkan Indonesia menjadi ekonomi modern melalui pembangunan infrastruktur. "Untuk mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur, Indonesia menyambut hangat para pebisnis Korea Selatan yang ingin terlibat dalam proyek Indonesia di masa depan," jelas Mendag Agus.

Mendag juga memaparkan, pada tahun 2025, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan per kapita menjadi lebih dari USD 15.000. Selain itu, pada 2030, akan tersedia 113 juta pekerja terampil, serta peluang pasar sebesar USD 1,8 triliun yang mencakup layanan konsumen, pertanian, perikanan, sumber daya, dan pendidikan. Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di
dunia pada 2030, dan terbesar ke-4 pada 2050.

Pada Forum Bisnis tersebut, juga digelar diskusi panel dengan tema “Strengthening Trade, Investment and Economic Partnership”. Hadir sebagai pembicara Vice Chairman of Korea Importir Association (KOIMA) Park Yeon Soo, Republic of Korean Importer of Indonesia Product Lee Zeno, Direktur Promosi Sektoral Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kanya Lakshmi Sidarta, dan Kepala Departemen Komunikasi Divisi Executive Office Indonesia Eximbank Nur Hira Windria. Bertindak sebagai moderator Prof. Lee Kyungchan dari Youngsan University.

Delegasi misi dagang Indonesia sendiri terdiri dari 8 pelaku usaha dan 3 asosiasi/instansi. Kedelapan pelaku usaha tersebut berasal dari berbagai sektor, di antaranya keramik, benang, kayu lapis, veneer, konjak powder, produk ikan, rumput laut, garmen, produk berbahan baku daun kelor, bubuk kakao, kopi, minyak kelapa sawit, jasa keuangan, dan badan investasi. Sedangkan ketiga asosiasi/instansi, yaitu Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)-Indonesia Eximbank (IEB).

Forum Bisnis Indonesia-Korea Selatan terselenggara atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Atase Perdagangan Seoul, ITPC Busan, Asosiasi Korea Indonesia, Asosiasi Perdagangan Internasional Korea; dan semua pemangku kepentingan lainnya. (rel)
Komentar Anda

Berita Terkini