MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Masih Ada Masyarakat Belum Paham Aturan Bea Cukai Terkait Barang Bawaan Penumpang

HARIAN9 author photo

KUALA NAMU| H9  
Banyak masyarakat yang belum paham aturan bea cukai terkait barang bawaan penumpang dalam pesawat.

Akhir-akhir ini minat masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk bepergian ke luar negeri semakin meningkat. Saat ini, setiap harinya terdapat 24 penerbangan atau sekitar 2.000 penumpang yang tiba di Bandar Udara (Bandara) Kualanamu dari luar negeri.

Namun, tren kenaikan tersebut belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat tentang aturan kepabeanan, terkait barang bawaan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Bagus Nugroho kepada wartawan pada Rabu (4/12/2019). "Banyak permasalahan pada saat berhadapan dengan petugas bea cukai di Bandara Kualanamu saat kedatangan, diakibatkan persepsi yang salah dan kurang pahamnya penumpang atas aturan bea cukai terkait barang bawaan penumpang," kata Bagus.

Diapun memberi tips agar para penumpang bisa lebih nyaman dalam perjalanan. Pertama, mengisi customs daclaration. Kedua, mengetahui fasilitas pembebasan. Selanjutnya, mengenali barang bawaan.

"Customs declaration adalah pemberitahuan pabean atas barang-barang impor yang dibawa penumpang. Agar lebih nyaman dan cepat, bagi penumpang yang akan tiba di Bandara Kualanamu, pengisian diharapkan menggunakan customs declaration online yang bisa diunduh di playstore dengan nama Customs Declaration@KNO untuk smartphone android atau melalui web cusdec-kno.net. penggunaan customs declaration online akan memberikan kemudahan bagi penumpang, karena bisa mengisinya kapan saja dan di mana saja, walaupun masih berada di luar negeri. Pada saat tiba di Bandara Kualanamu, penumpang tersebut tinggal men-scan kode pengisian customs declaration online pada alat scanner di area bea cukai," paparnya.

Pemerintah, sambungnya, juga memberikan fasilitas pembebasan pajak terhadap barang bawaan pribadi penumpang sampai nilai USD 500 perorang. Sehingga, pengenaan pajak hanya dikenakan atas kelebihan nilai dari USD 500. 

"Namun perlu diketahui, fasilitas pembebasan tidak berlaku untuk selain barang pribadi penumpang. Terhadap barang non pribadi penumpang, akan dikenakan pajak meskipun nilainya kurang dari USD 500. Selain itu, terhadap karakteristik barang yang terkena cukai, bea cukai juga menyediakan fasilitas pembebasan paling banyak 200 batang sigaret, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakau iris dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol yang atas kelebihannya akan dimusnahkan oleh petugas," urainya.

Dilanjutkannya, penumpang sangat perlu untuk mengetahui dan mengenali barang bawaannya, apakah barang tersebut masuk dalam kriteria barang larangan/pembatasan atau tidak.

Barang larangan adalah barang yang dilarang pemasukannya ke dalam wilayah NKRI. Sedangkan barang pembatasan adalah barang yang masuknya memerlukan perizinan dari kementerian atau lembaga teknis terkait. 

"Contoh barang larangan, narkotika, pakaian bekas, barang-barang yang mengandung konten pornografi," tambahnya. (ma9)
Komentar Anda

Berita Terkini