-->

Masih Banyak Masyarakat Belum Kuasai Cara Penanganan Kependudukan.

HARIAN9 author photo

TAPSEL|H9
Program dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan kependudukan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan secara keseluruhan karena penduduk merupakan subjek dan sekaligus objek pembangunan. Untuk meningkatkan kualitas penduduk memerlukan penanganan yang lebih komprehensif., serta perlu kerja sama secara sinergis agar kedepan kualitas masyarakat khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) lebih baik dan berkualitas

Hal itu disampaikan Bupati Tapsel  Syahrul M Pasaribu, diwakili Sekdakab Tapsel Drs. Parulian Nasution dalam sambutannya pada menghadiri acara pengukuhan Tim Koalisi Kependudukan Grand Design Pembangunan KependudukanvKabupaten Tapsel periode 2017-2024, di Aula Sarasi II, Kantor Bupati Tapsel, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Kamis (12/12).

Pengukuhan dipimpin Wakil Ketua Koalisi Sumut Dr. Drs Indra Umata, M.Si, dihadiri, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD dan dirangkai dengan seminar kependudukan keluarga, dengan menghadirkan narasumber, Laura Ance Sinaga, SKM, MHSM, MPH dari Dinas PPKB Propinsi Sumateta Utara (Propsu) dan Hamzah AR dari Tim Koalisi Kependudukan Propsu.

Lebih lanjut Parulian menyampaikan, bicara mengenai kependudukan bagaimana pertumbuhan penduduk yang secara otomatis akan berhubungan dengan persoalan mengenai pertumbuhan yang tidak dikendalikan, baik masalah kualitas penduduk dan keluarga serta masalah penyebaran penduduk.

" Kita bisa lihat sampai saat ini penanganan kependudukan masih belum banyak diketahui masyarakat, seperti masyarakat tidak tahu arah, infomasi tidak lengkap bahkan tidak tersedia serta data yang tumpang tindih, " katanya.

Menurutnya, bahwa hambatan yang menjadi tantangan bagi koalisi kependudukan salah satu program kependudukan saat ini masih belum banyak dipahami masyarakat sebagai masalah yang besar, serta pemahaman bahwa masalah KB hanya terkait dengan persoalan kontrasepsi dan pengaturan jumlah anak saja. 

" Apabila masyarakat memahi persoalan KB terkait dengan persoalan kependudukan, dimana jumlah penduduk tidak dikendalikan akan berdampak pada persoalan kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang berdampak pada kualitas keluarga akan rendah, " ungkapnya.

Sebelumnya Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluaga Berencana (PP&KB)Tapsel Ahmad Ibrahim Lubis menjelaskan, pengukuhan tim koalisi ini berdasarkan Perpres No 153 tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dan peraturan Gubsu No 32 tahun 2014 tentang GDPK Sumut, yang merupakan suatu rumusan perencanaan pembangunan kependudukan untuk jangka waktu 25 tahun kedepan dan di jabarkan setiap 5 tahun yang berisi tentang isu penting kependudukan saat ini, kondisi kependudukan yang di inginkan program pembangunan kependudukan.

" Meningkatkan pemerintah daerah dan masyarakat tentang pentingnya pembangunan kependudukan  untuk mewujudkan Tapsel yang maju, berbasis Sunber Daya Manusia (SDM) pembangunan yang unggul, sehat, cerdas dan sejahterah serta SDM yang produktif dan lestari, " katanya.

Ibrahim juga menjelaskan bahwa peserta dalam pengukuhan tim koalisi kependudukan GDPK, terdiri dari pimpinan OPD yang ada di Tapsel, Sekretaris dan Kepala Bidang Tim Penyusun GDPK, tim koalisi kependudukan Tapsel, dan penyuluh KKBPK se Kabupaten Tapsel.

" Diharapkan Dinas PP & KB Tapsel, bersama tim penyusun GDPK serta koalisi kependudukan ditingkat Kabupaten dapat bekerjasama dan menjadi mitra dalam mensukseskan program kependudukan dan pembangunan di Tapsel, menuju percepatan pembangunan dan pengendalian penduduk dalam mencapai visi misi Kabupaten Tapsel, " jelasnya.(Wan9)

Komentar Anda

Berita Terkini