LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Menkeu Apresiasi BUMN Penerima PMN yang Kelola Dananya dengan Baik

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerima Penyertaan Modal Negara (PMN) mampu meleverage dana PMN dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari tren kenaikan aset, total utang, dan ekuitas BUMN sejak 2015 hingga 2018.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (02/12), dijelaskannya bahwa penambahan PMN 2015-2018 sebesar Rp.130 triliun dapat mendanai total proyek senilai Rp.356 triliun atau terleverage sebanyak 2,72 kali.

"Karena memang BUMN ini didesain untuk melakukan leverage. Jadi, kenaikan dari ekuitas tentu di-leverage dengan penambahan utang dalam rangka untuk akselerasi," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan bahwa manfaat sosial dan ekonomi proyek-proyek yang didanai PMN lebih tinggi dibandingkan dengan cost of fund PMN. 

Disebutkannya, PMN pada PT Hutama Karya (Persero) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), misalnya. Pada pembangunan jalan tol dan LRT Jabotabek, mampu menyerap tenaga kerja, potensi penambahan penerimaan pajak dari pekerja, penghematan waktu tempuh mudik, penurunan biaya logistik, dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Begitu pula PLN yang mendapat Rp.5 triliun terutama untuk pembangunan program pembangkit tenaga listrik, termasuk untuk energi baru terbarukan. Selain itu, listrik desa serta percepatan di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal.

Lebih jauh, Menkeu menyampaikan bahwa alokasi PMN BUMN dalam APBN 2020 sebesar Rp.18 triliun kepada beberapa BUMN diharapkan dapat mendorong peran BUMN untuk akselerasi pembangunan.

"Kami akan terus memperbaiki metodologinya sehingga dampak komunikasi sosial ekonomi ini akan terus bisa dipresentasikan sebagai akuntabilitas publik," katanya. (kemenkeu/03)

(Foto: kemenkeu)



Komentar Anda

Berita Terkini