LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# ANDA PUNYA BAKAT MENULIS PUISI, ARTIKEL, KARYA ILMIAH DAN TULISAN LAINNYA, SERTA INGIN DIMUAT DI KANTOR BERITA HARIAN9 INI, SILAHKAN KIRIM tulisan ANDA VIA EMAIL redaksiharian9@gmail.com

Ini Tanggapan PDIP Dan Golkar Atas Sikap Akhyar Nasution Emosi DiWawancari Jurnalis

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Dewan Pimpinan Daerah (DPD PDI Perjuangan Sumut sangat menyayangkan sikap Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution emosi dan mencoba mendatangi wartawan saat ditanya hadiri sidang Dzulmi Eldin saat jam kerja.

Namun demikian, pihaknya akan tetap memberikan koreksi dan konstruktif terkait pola komunikasi politik kepada Akhyar Nasution sebagai kader PDI Perjuangan. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Mangapul Purba SE kepada wartawan via Whatsapp, Jumat (10/1).

Bahkan partai berlambang banteng moncong putih ini, tetap komit serta sejalan dengan dunia media bahwa PDI Perjuangan adalah mitra permanen dalam menjalankan roda politik dan pemerintahan.

"Dan soal sikap personal mungkin ada hal-hal yang harus dikoreksi di setiap pihak. Jadi marilah kita lihat sisi saling memperbaiki yang akan membawa kita ke suasana yang lebih familiar dan menggembirakan," ujarnya.

"Soal masalah mari kita sepakati bahwa yang menggembirakan lebih positif dengan kerangka memaafkan, merangkul dan berbagi," tambah Mangapul Purba yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut.

Sedangkan, DPD Golkar Sumut meminta Akhyar Nasution agar bersikap lebih santai menjawab pertanyaan dari wartawan. "Walaupun kita mendukung pasangan Eldin-Akhyar pada Pilkada 2015 lalu, lebih baik santai sajalah. Cantik main saja, ini Medan bung," kata Sekretaris DPD Golkar Sumut H Amas Muda Siregar.

Sebelumnya diberitakan ada kejadian unik di tengah persidangan kasus suap dengan terdakwa mantan Kadis PU Medan, Isya Ansyari, yang turut menghadirkan saksi Wali Kota Medan (nonaktif), Dzulmi Eldin, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (9/1) siang. Mantan bawahan Dzulmi Eldin yang kini menggantikan posisinya sebagai Plt Wali Kota, Akhyar emosi dan marah hingga mencoba mencari wartawan yang bertanya kepadanya.

Akhyar menujukkan wajah marah saat ditanya awak media terkait kehadirannya di PN Medan saat jam kerja. Politikus PDIP yang nyalon wali kota itu tampak mendampingi Dzulmi Eldin saat menjadi saksi. Akhyar datang sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung duduk di sebelah Eldin yang menunggu dimulainya sidang di ruang Cakra Utama PN Medan. Mereka tampak berbincang selama 5 menit hingga akhirnya Eldin dipanggil ke bangku saksi oleh majelis hakim.

Selama hampir dua jam Akhyar duduk dan mendengarkan persidangan hingga akhirnya keluar sekitar pukul 12.05 WIB. Ketika keluar, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut itu diwawancarai awak media. Saat ditanya kehadirannya, ia menyebutkan kehadirannya untuk belajar.

"Aku cuma nengok orang aja, supaya istiqfar bagi diriku, supaya jangan terjadi bagi diriku. Kejadian inikan menjadi istiqfar bagi diriku, supaya aku jangan salah itu aja. Akukan harus belajar terhadap kesalahan inikan," tuturnya.

Saat salah satu awak media menanyakan, apakah kehadiran Akhyar di luar jam kerja kantor. Tiba-tiba raut wajah Akhyar berubah dan menjawab, "Kau kerjakan, yaudah sama-sama kerja kita," sebutnya dengan nada tinggi.

"Akukan belajar juga, supaya jangan salah. Itu ya itu termasuk bagian dari kerja, iya jam kerja," tambahnya dengan menatap tajam awak media yang bertanya. Selanjutnya Akhyar menatap tajam awak media tersebut selama beberapa detik. Dengan menggigit bibir bawahnya. "Kenapa kau tanya itu," tegasnya dengan nada tinggi.

Lalu tampak dua ajudan Akhyar yang tampak menenangkannya, hingga berbalik. Namun, hanya berjarak tujuh langkah, Akhyar kembali berbalik ke belakang dan mencari kembali awak media yang bertanya tersebut. Dan dengan gaya nonverbal hendak mendatangi awak media tersebut. Namun, langsung dilerai oleh para Ajudan.

Selanjutnya Akhyar kembali berjalan, namun selang beberapa detik, Akhyar yang mengenakan pakaian kotak-kotak merah ini kembali berbalik dan mencari wartawan itu kembali dengan wajah yang emosi. Hingga akhirnya, ia berbalik berjalan menuju Jalan Pengadilan, Medan menuju Kantor Wali Kota Medan yang berada di Jalan Raden Saleh, Medan.

Tidak ada konfirmasi kembali yang diperoleh dari Akhyar hingga sampai ia menjauh dari kejaran wartawan. Hanya beberapa orang dan dekat dan stafnya yang meminta wartawan agar memakluminya.(ogi9)
Komentar Anda

Berita Terkini