Kepala BNNK Tapsel Klarifikasi Pemberitaan Salah Satu Media Online

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar, membantah tudingan yang dilansir di salah satu media online yang menyatakan adanya permainan anggaran dalam kegiatan sosialisasi Desa Bersih Dari Narkoba (Bersinar) yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar,  kepada sejumlah awak media, Jumat (10/1) guna mengklarifikasi berita yang diterbitkan salah satu media online terbitan Kamis 9 Januari 2020 berjudul,’BNN Tapsel Disorot Soal Anggaran Sosialisasi Desa Bersinar’.

AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar, menjelaskan, sebelumnya ia dikonfirmasi oleh seorang yang mengaku wartawan dari salah satu media online, melalui pesan Whatsapp terkait kegiatan sosialisasi Desa Bersinar yang dilaksanakan BNNK Tapsel.

“ Setelah membaca konfirmasi tersebut, saya menjawab apa adanya dan sama sekali tidak pernah berbicara terkait anggaran karena anggaran kegiatan tersebut dialokasikan oleh Desa yang akan melaksanakan sosialisasi anti narkoba melalui Dana Desa yang ada di Desa bersangkutan yang pesertanya masyarakat Desa setempat. Sementara BNNK Tapsel sendiri hadir sebagai undangan dan, persoalan penggunaan anggaran Dana Desa bisa ditanyakan kepada para Kades, karena hal tersebut domain mereka, “ ujar Siti Aminah.

Perlu kami jelaskan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, BNNK Tapsel hadir di Desa di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas), guna menggerakan masyarakat melalui sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)

“ BNNK Tapsel yang membawahi wilayah kerja Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Palas .

“ Untuk Kabupaten Palas, kami telah melakukan sosialisasi Desa Bersinar di 273 Desa dari 303 Desa yang ada dan terkait perihal anggarannya, BNNK Tapsel sama sekali tidak mencampurinya, karena yang berwenang menggunakan anggaran adalah Kepala Desa dengan mengundang BNNK sebagai pemateri untuk melakukan sosialisasi tentang P4GN ditambah narasumber dari pihak Kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melalui Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes), “ katanya.

Disebutkannya, dalam kegiatan tersebut BNNK Tapsel memberikan 6 alokasi mata pelajaran seperti, narkotika dengan permasalahannya, narkotika dengan aspek hukum, layanan rehabilitasi, wujudkan ‘Desaku Bersinar; dengan membuat action plan, peran Kades dalam P4GN, yang disampaikan pihak Kecamatan, fsilitasi penyusunan Peraturan Desa (Perdes) ang disampaikan Dinas PMD.

“ Jadi sesuai dengan Inpres No 6 tahun 2018 dimana semua lembaga baik itu pemerintah maupun lembaga swasta harus aktif melaksanakan program P4GN di lingkungan kerja masing-masing, agar melakukan sosialisasi P4GN, deteksi dini melalui tes urie, membuat bentuk relawan / penggiat anti narkoba, membuat regulasi/ peraturan. BNNK menggerakan dan mendorong seluruh elemen masyarkat, pemerintah, LSM bersinergi serta menjalin koordinasi dalam upaya mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika untuk meminimlisir sekaligus melakukan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba, “ tegasnya.

Terkait program kegiatan BNNK Tapsel  melaksanakan sosialisasi sekaligus advokasi membentuk relawan anti narkoba dari kalangan masyarakat, yang mana BNNK mempunyai tupoksi sebagai penyuluh agar mampu melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), disamping adanya pendamping yang mampu membawa penyalahguna untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, dan juga sebagai fasilitator atau perpanjangtanganan BNN yang diharapkan dapat memfasilitasi masalah atau program dari desa ke BNN.

“ Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama antara BNN pusat melalui Deputi Bidang Pencegahan dengan Kementrian Desa melalui Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, sehingga BNNK Tapsel tetap mendorong seluruh Desa yang ada di wilayah kerja BNNK Tapsel dan rayonisasi untuk membentuk Desa Bersinar, melalui program Dana Desa (DD), “ terangnya.

Diharapkan, program pencegahan melalui giat advokasi yang dilakukan di setiap lingkungan baik lingkungan pendidikan, kerja pemerintah, lingkungan kerja swasta dan lingkungan masyarakat dapat terwujud.

“  Mari perangi narkoba dengan menjalankan program P4GN dan prekusor narkotika. Saya juga mengajak rekan media dan lembaga masyarakat peduli memberikan sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat dan kami pun berkeinginan mengajak rekan-rekan semua dalam sebuah sosialisasi supaya kita sama-sama memahaminya, “ tutur Siti Aminah. (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini