-->

Mulai Berjualan di Pasar Induk Medan, Koperasi Pedagang Ikan dan Nelayan Gelar Deklarasi

harian9 author photo

MEDAN| H9
Koperasi ini beranggotakan Nelayan dan Pedagang Ikan yang berasal dari wilayah Medan Utara, Kecamatan Medan Belawan dan Medan Labuhan, yakni; Bagan Deli, Gabion, Canang dan kampung Nelayan.  Mereka selama ini menjual ikannya di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan Sebagai pedagang asongan tersebar dibeberapa pasar Tradisional di Medan. 

Ketua dewan Pembina Koperasi Pedagang Ikan dan Nelayan Kota Medan, Benson Kaban, mengatakan bahwa orang-orang yang tergabung dalam koperasi ini terbuka pemikirannya untuk berjualan di Pasar Induk Medan, setelah menjelaskan Posisi strategis pasar Induk dan telah membawa beberapa kali calon anggota untuk survei langsung, Selanjutnya melalui proses koordinasi dan negosiasi yang sudah dilakukan dengan pihak PD Pasar Rusdi Sinuraya selaku Kepala dan Pengelola lapangan Pasar Induk Medan ketua Rajendra Sitepu. 

"Orang-orang yang tergabung dalam koperasi tersebut adalah sebanyak 100 orang ujmlahnya kita batasi mengingat kapasitas tempat yang terbatas,"katanya, Minggu (12/1/2020).

Koperasi dengan kemampuan terbatas saat ini mencoba sebagai pengelola langsung dari keseluruhan Kios / satu blok Lokasi Ikan dan bersedia membayar kewajiban dasar kepada Pemko Medan melalui PD Pasar. Secara formalitas Surat Kelola akan jatuh sesuai Indentitas KTP anggota, Secara kolektif kolegial Koperasi akan menyadiakan dana secara keseluruhan. 

Benson  juga telah mengkoordinasikan hal tersebut dengan Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APSINDO) cabang Kota Medan, langsung dengan Ketua Rukun Sembiring Depari. berharap bahwa seluruh pedagang pasar di Kota Medan, akan mengetahui keberadaan pasar Induk yang selama ini hanya ada sayur dan buah-buahan, kini sudah lengkap dengan Ikan Laut. 

"Termasuk mengkoordinasi beberapa trayek angkutan kota agar masuk ke pasar Induk yang berasal dari Medan Utara, karena awalnya pengorganisiran nelayan dan Pedagang ikan ini berawal dari konsolidasi anggota di angkot PT.Mars, karena lebih 40 unit armada lama pemiliknya adalah nelayan dan pedagang Ikan, hal tersebut saat ini dikolaborasi dengan program peremajaan armada dan pengaktifan kembali Mars Trayek 131 (Belawan - Pancurbatu Via Jl. Setiabudi Simpang Selayang dan Pasar Induk dan Mars Trayek  61 Via Jamin Ginting Dan Proyek Lama perumnas Simalingkar," ujarnya.

Koperasi Pedagang Ikan dan Nelayan Pasar Induk Medan dalam waktu dekat akan menyambut hadirnya kepala PD Pasar Kota Medan bapak Rusdi Sinuraya di Keluarahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, pada hari sabtu tanggal 18 Januari 2020 untuk mendeklarasikan berjualan di pasar Induk Medan, persiapan sudah 90 % Ujar Pak Iwan sebagai Ketua Koperasi Nelayan dan Pedagang Ikan. 

"Selanjutnya, para anggota koperasi berharap saat deklarasi itu PD Pasar sudah mengeluarkan tanggal kapan akan dimulai segera berjualan, peluncuran jualan perdana di Pasar Induk Medan, tentunya dengan sudah dilakukan tahap prakondisi oleh tim kreatif event organizer yang sudah ditunjuk secara profesional oleh Koperasi selambat-lambatnya 1 bulan kalender kerja," ujarnya. 

Benson juga mempunyai catatan tambahan dalam memajukan koperasi ini, yaitu:
1. Ikan yang akan dijual utamanya adalah ikan Laut, menyatakan bahwa kota Medan kaya juga dengan hasil buminya yakni ikan. dengan demikian warga akan semakin kesadaran lingkungannya, yakni sungai. karena Seluruh sungai yang ada di kota Medan bermuara ke Belawan; Sungai Deli dan Sungai Belawan. 

2. Ikan Air tawar juga tetap akan dijual dan daging di Blok tersebut, sesuai SOP PD Pasar Kota Medan,  ini porsinya kami minta tidak lebih  30 %, tekait Icon kota Medan, Yakni Ikan Laut. 

3. Ikan Laut Yang dijual di pasar Induk adalah Ikan yang dibawa oleh anggota Koperasi, bukan ikan yang datang dibawa tokeh/ pedagang dari Aceh, Sibolga dan Riau, dll. 

4. koperasi berkewajiban menampung ikan yang tidak habis terjual dengan harga dasar, dan menjualnya dengan metode kreatif. salah satunya membagi kemasing-masing Pick Up Gunung yang turun bawa sayur/ buah untuk dijual Desa asalnya dan mengkoordinasi tukang Gojek/Grab sebagai kurir untuk mengantar ke pelanggan-pelanggan rumah makan yang sudah mengorder via WA sebelumnya. Sisanya akan dijual ke pabrik pengolahan, dll. Ikan habis dalam sehari sangat penting, hal tersebut menjaga kualitas serta menciptakan pasar Induk Lau Cih punya standart. 

5. Dengan hadirnya ikan sebagai pelengkap komuditas di pasar Induk Medan, kita berharap pasar Induk akan semakin maju dan berkembang pesat. 

"Asam DiGunung, Garam di Laut", Sayur Mayur dan Buah bertemu dengan Ikan dan Hasil Laut Pesisir di Pasar Induk Lau Cih Medan," pungkasnya. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini