Polres Tapsel Ungkap Kasus Pencurian Kamera Pengintai Binatang Buas Milik BKSDA

HARIAN9 author photo

TAPSEL| H9
Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mengungkap kasus pencurian kamera pengintai binatang buas (kamera trap) yang di pasang pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di sejumlah pepohonan di daerah yang dianggap perlintasan binatang buas yang meresahkan masyarakat, di Dusun Sipitcur Desa Perkebunan Hapesong Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel.

Dari pengungkapan kasus tersebut Polres Tapsel juga mengamankan dua orag tersangka masing-masing AL alias Dangdut dan FSS, keduanya warga Batangtoru, serta menyita barang bukti 13 unit kamera trap satu unit sepeda motor jemis N Max dan barang bukti lainnya.    

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH didampingi Waka Polres Kompol Jumanto, SIK, MH, Kasat Reskrim AKP Ginanjar Afriadi, SIK, MH, Kapolsek Batangtoru AKP. DMZ Harahap dan Kasubbag Humasy Iptu Alpian Sitepu dalam keterangannya di Mapolres Tapsel, Rabu (8/1), membenarkan pengungkapan kasus pencurian kamera pengintai binatang buas yang di pasang di sejumlah titik di Dusun Sipitcur Desa Perkebunan Hapesong Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel.

Disebutkan Kapolres, sebelumnya kamera trap tersebut dipasang oleh BKSDA pada tanggal 1 Desember 2019 pada pohon karet di daerah yang dianggap perlintasan binatang buas yang meresahkan masyarakat di Dusun Sipitcur Desa Perkebunan Hapesong Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel.

Pada saat petugas BKSDA akan melakukan pengecekan hasil dari kamera tesebut, ternyata sebanyak 13 unit kamera yang telah dipasang telah hilang di gondol maling dan pihak BKSDA melaporkannya ke Polsek Batangtoru.  

Setelah dilakukan penyelidikan, dalam tempo sehari personil Sat Reskrim Polres Tapsel bersama personil Polsek Batangtoru berhasil menangkap 2 orang pelaku dan mengamankan barang  bukti 13 unit kamera trap beserta memori card yang ada pada kamera.

“ Sebelum melakukan aksinya, para tersangka melaksanakan permufakatan jahat di suatu tempat di Batangtoru dan terhadap  tersangka FSS beserta dengan barang bukti di bawa ke Polres Tapsel dan para pelaku kita amankan ke Polres Tapsel untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya, “ terangnya.

Kapolres menambahkan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tersangka AL alias Dangdut berperan mengambil 13 unit camera trap yang terpasang di batang pohon karet dan selanjutnya dijual kepada FSS dengan harga Rp.500 ribu dan FSS mejualnya ke pihak lain dengan total harga Rp.100 juta, “ terang Kapolres.

“ Petugas kami mengamankan FSS di kediamannya di Desa Hapesong Baru Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel dan ditemukan barang bukti 12 unit camera trap disimpan didalam rumahnya sementara 1 unit lagi camera di temukan di tempat lain, “ paparnya. (Wan9)

Komentar Anda

Berita Terkini