LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# ANDA PUNYA BAKAT MENULIS PUISI, ARTIKEL, KARYA ILMIAH DAN TULISAN LAINNYA, SERTA INGIN DIMUAT DI KANTOR BERITA HARIAN9 INI, SILAHKAN KIRIM tulisan ANDA VIA EMAIL redaksiharian9@gmail.com

Puluhan Tahun tak Diperhatikan Pemerintah, Jembatan Sei Batu Memprihatinkan

HARIAN9 author photo

ASAHAN H|9 
Jembatan penghubung antar dusun/kampung di Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan seolah luput dari pantauan pemerintah. Selama puluhan tahun sejak dibangun, jembatan tersebut tak pernah lagi mendapat perawatan dari pemerintah, baik itu tingkat kabupaten maupun provinsi.

Saat ini, kondisi jembatan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan bukan tidak mungkin segera mengambil korban. Karena itu, warga setempat berharap, jembatan sepanjang 50 meter yang menghubungkan Dusun 11 dan 12 Desa Pematang Sei Baru tersebut butuh perbaikan segera.

Pantauan harian9, Senin, (15/4/2019) di lokasi, jembatan selebar 2 meter yang membentang di atas Sungai Pematang, merupakan jalan alternatif warga serta anak sekolah setiap harinya.

Namun, karena tidak adanya perawatan dan perbaikan berarti, kondisi jembatan tersebut saat ini sudah rusak berat. Badan jembatan yang terbuat dari kayu nibung terlihat sudah rapuh dan sebagian besar sudah berlobang.

Dengan kondisi seperti itu, beberapa warga akhirnya khawatir untuk melintas di jembatan tersebut dan akhirnya terpaksa menempuh jarak yang lebih jauh. Meski begitu, sebagian besar warga tetap melintasi jembatan tersebut hingga hari ini.

Wak Alang didampingi Ilham, warga Pematang Sei Baru  mengatakan, jembatan beralas kayu papan tersebut pernah diperbaiki pada tahun 2013 melalui swadaya masyarakat setelah mendapat bantuan dari para dermawan.

“Tidak ada pilihan lagi. Ini jalan alternatif dari desa ke desa lainnya dan sekarang ini kondisinya sudah rusak parah,” kata Ilham kepada H9.com

Ia menjelaskan, sebagian badan jembatan yang menggunakan papan sudah banyak yang rusak. Ia berharap pemerintah desa dan Kabupaten Asahan, maupun provinsi bersedia membangun kembali jembatan tersebut dengan konstruksi permanen.

“Kami sudah berusaha secara maksimal agar jembatan dapat dilintasi dengan nyaman. Kami sudah beberapa kali mengganti papan yang rusak, namun tidak tahan lama. Untuk itu, kami berharap pemerintah membangun jembatan gantung ini dengan jembatan permanen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pematang Sei Baru, Hermansyah Putra SSos MSi membenarkan bahwa jembatan tersebut belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

“Tapi, tahun ini kita usahakan dibangun melalui dana bantuan pusat. Untuk kenyamanan dan keselamatan warga,” cetusnya.

Terpisah, Ketua Umum DPP Gowa Sumut, Satriawan Guntur Zass Marpaung SH meminta pihak Pemkab Asahan membuat pembangunan jembatan tersebut menjadi skala perioritas di tahun ini.

“Apakah sumber dananya dari ADD, DD, APBD atau dari pusat. Yang penting harus tuntas. Kita sangat prihatin melihat kondisi jembatan seperti ini,” paparnya. (amr9)

Komentar Anda

Berita Terkini