PPK


LARISPA


Dana BOS Tahun 2020 Naik dan Sudah Bisa Cair di Januari

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendikbud) melakukan konferensi pers bersama untuk menjelaskan "Sinergi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa Berbasis Kinerja" pada Senin, (10/02) di Aula Djuanda gedung Juanda I Kemenkeu, Jakarta. 

Pada tahun 2020, dana BOS dalam APBN dialokasikan sebesar Rp.54,32 triliun untuk 45,4 juta jiwa. Angka Rp.54,32 triliun tersebut meningkat sebesar 6,03 persen dibanding tahun 2019. 

Dana BOS dibagi menjadi 3 jenis, yaitu BOS reguler, BOS Kinerja dan BOS Afirmasi. Namun, pada konferensi pers ini, akan berfokus pada pembahasan BOS reguler dan BOS Kinerja.

Bos Reguler diperuntukkan untuk pembelian alat multi media pembelajaran, pemeliharaan dan perawatan sarana sekolah, dan penerimaan peserta didik baru. BOS Kinerja diberikan kepada sekolah yang berkinerja baik meningkatkan rapor mutu pendidikan agar mencapai standar nasional pendidikan. Sedangkan BOS Afirmasi digunakan untuk mendukung operasional rutin sekolah di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T).

Kembali ke Dana BOS, alokasi ini dibagi per unit cost (Rp/siswa) naik dari tahun 2019 ke 2020 di semua tingkatan dari SD hingga SMA, SMK sampai Pendidikan Khusus (Diksus) yaitu pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. 

Besaran dana BOS reguler yang meningkat untuk persiswa SD/MI adalah dari Rp.800.000 di tahun 2019, menjadi Rp.900.000 di tahun 2020. Untuk siswa SMP/MTs sebesar Rp.1 juta menjadi Rp.1,1 juta. Di tingkat SMA dari Rp.1,4 juta di tahun 2019 menjadi Rp.1,5 juta di tahun 2020. Sedangkan SMK sebesar Rp.1,4 juta menjadi Rp.1,6 juta. Terakhir untuk Diksus tidak berubah sebesar Rp.2 juta.

"Untuk tahun ini, 2020, SD naik unit costnya dari Rp.800 ribu menjadi Rp.900 ribu. Untuk SMP, dari 1 juta menjadi Rp.1.100.000. Untuk SMA naik dari Rp.1,4 juta menjadi Rp.1,5 juta. SMK akan tetap sama karena tahun lalu telah dinaikkan dari Rp.1,4 juta menjadi Rp.1,6 juta dan untuk Pendidikan Khusus akan tetap sama Rp.2 juta persiswa," terang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.  

Dana BOS dicairkan dalam 3 tahap tahun 2020 ini yaitu pada Tahap I; 30 persen, tahap II; 40 persen dan tahap III; 30 persen dengan syarat pencairan mengikuti ketentuan Kemendikbud. 

"Untuk tahun 2020, penyaluran Dana BOS diubah dari tadinya 4 kali menjadi 3 kali. Tahap I; 30 persen, tahap II; 40 persen dan tahap III; 30 persen. Dengan tiga kali, berarti akan jauh lebih sederhana. Syarat-syarat pencairannya, kami mengikuti Kemendikbud," paparnya.

Tahap pencairan dana BOS reguler paling cepat tahap I sudah bisa dilakukan sejak Januari, tahap II bulan April dan tahap III bulan September.

"Untuk tahap I itu paling cepat Januari, tahap II paling cepat mulai ditransfer bulan April, dan tahap III paling cepat bulan September. Sedangkan untuk BOS Kinerja dan Afirmasi kita memberikan sekaligus paling cepat April 100 persen. Ini tujuannya untuk mendorong dan mendukung program 'Merdeka Belajar' mas Nadiem," jelasnya.

Menkeu menambahkan, pada hari ini, sebanyak 136.579 sekolah akan mendapat penyaluran tahap BOS tahap 1 dengan total besaran Rp.9,8 triliun. Dana ini dikirimkan langsung ke rekening sekolah yang berhak tanpa melalui RKUD Pemerintah Provinsi (pemprov).

Jika dana BOS cepat diterima sekolah, kegiatan belajar mengajar akan berjalan lebih lancar dan gaji guru honorer tidak akan telat dibayarkan dan pada akhirnya, kebijakan untuk pendidikan Indonesia yang lebih maju, akan lebih cepat dirasakan masyarakat Indonesia. (kemenkeu/03)

(Foto: kemenkeu)



Komentar Anda

Berita Terkini