LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# ANDA PUNYA BAKAT MENULIS PUISI, ARTIKEL, KARYA ILMIAH DAN TULISAN LAINNYA, SERTA INGIN DIMUAT DI KANTOR BERITA HARIAN9 INI, SILAHKAN KIRIM tulisan ANDA VIA EMAIL redaksiharian9@gmail.com

DEM SUMUT Tolak Akuisisi PI Blok Rokan

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu sumber daya alam Indonesia yang cukup terkenal dan berpotensi meningkatkan devisa negara berasal dari minyak dan gas bumi. Sejalan dengan hal itu, pemerintah telah mengatur kepemilikan aset negara tersebut dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi  “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Di Indonesia, Blok Rokan merupakan ‎produsen minyak terbesar di Indonesia dengan cadangan 500 juta sampai 1,5 miliar barel setara minyak. Berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) produksi minyak siap jual Rokan semala semester I 2018 sebesar 771 ribu barel per hari, porsi produksi Rokan mencapai mencapai 207.148 barel.

Pada Juli 2018 pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan pengelolaan Blok Rokan ke Pertamina, setelah kontrak Chevron Pacific Indonesia pada Blok Rokan habis pada Agustus 2021.

Namun nyatanya tidak semudah itu bagi Pertamina untuk dapat mengambil alih kepemilikan salah satu tambang minyak terbesar di Indonesia ini. Pasalnya dalam proses pengambilalihan kepemilikan Rokan ini, pihak PT. CPI hanya memberikan izin transisi jika pertamina masuk dengan cara mengakuisisi atau membeli Participating Intreset (PI).

Apabila proses ini dilaksanakan dapat menyebabkan seluruh komponen liabilitas/beban-beban biaya PT. CPI akan beralih ke Pertamina, permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak serta Past Service Liabilities para pekerja PT. CPI dan beban-beban lain sampai saat ini belum diselesaikan oleh PT. CPI yang akan ditanggung Pertamina. Hal ini jelas akan merugikan Pertamina ke depannya, sebab pada kalkulasi angka diperkirakan bisa mencapai lebih dari 1,8 milyar USD atau jauh lebih besar dari nilai aset pada saat produksi PT. CPI yang habis pada tahun 2021.

Berdasarkan kondisi yang terjadi di Blok Rokan, maka dari itu Dewan Energi Mahasiswa Indonesia menyatakan sikap:
1. Negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Blok Rokan perihal masa transisi dari PT. CPI ke Pertamina, dengan harapan PT. CPI agar lebih kooperatif dan terbuka untuk masa transisi.
2. Menolak rencana pembelian PI (Participating Intrest) PT. CPI oleh Pertamina yangakan membebankan pertamina sebgai BUMN dikarenakan akan menanggung beban kewajiban dan tanggungjawab dari PT.CPI.
3. Mendesak pemerintah melalui Kementrian ESDM menyelesaikan permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak oleh PT.CPI.
4. Dewan Energi Mahasiswa Indonesia akan mengawal sampai tuntas transisi pengelolaan dari Chevron ke Pertamina demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Sejalan dengan hal di atas, Raden Haitami selaku presiden DEM SUMUT menyatakan dengan tegas bahwa ia dan teman-teman DEM SUMUT akan terus memantau dan mengawal proses ini sampai akhir prosesnya. Ia juga menyebut ini seperti komedi yang dipermainkan.

“Saya dan teman-teman di DEM SUMUT siap mengawal dan memantau proses pengambilalihan aset dari PT.CPI kepada Pertamina. Ini namanya cerita komedi, jangan membuat kelucuan. DEM SUMUT menolak rencana pembelian PI, dikarenakan hal tersebut hanya akan merugikan Pertamina, jangan sampai muncul kecurigaan akan adanya pihak yang curang dan menginginkan keuntungan pribadi menjadi bahan pembahasan yang berat dari berbagai pihak, akibat rencana pembelian PI ini,” tegas Raden.(fatur9)

Komentar Anda

Berita Terkini