LARISPA


Kades Tulungrejo: Situs Watu Gilang Butuh Perhatian Pemerintah

HARIAN9 author photo

MALANG
Situs purbakala yang berada ditengah hutan, diharapkan ada perhatian khusus dari Pemerintah, terutama mengungkap sejarah berdasarkan ilmu arkeologi maupun penggalian benda-benda disekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Tulungrejo, Muliadi, Minggu (23/2/2020), terkait keberadaan situs Watu Gilang yang terletak di Dusun Ganten, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Muliadi berharap adanya penelusuran lebih dalam terkait penemuan tersebut, apalagi areal temuan sangat luas, yaitu perbukitan di lereng Gunung Arjuno.

Dari penelusuran itu akan menghasilkan informasi-informasi yang kemungkinan akan bisa menguak adanya benda-benda lain disekitarnya.

Menurut cerita turun temurun dari para sesepuh desa terdahulu, Watu Gilang dulunya digunakan sebagai tempat pengintaian oleh Kerajaan Tumapel maupun Singosari, dan pengintaian itu sendiri tidak lepas dari ancaman kerajaan-kerajaan lain disekitarnya.

Bisa dikatakan, bila menyandingkan teknologi pengintaian dimasa sekarang, Watu Gilang sama seperti fungsi drone, untuk memata-matai negara lain.

Benar tidaknya, lokasi Watu Gilang berfungsi sebagai drone di masa lalu, masih tanda tanya besar. Hal ini disebabkan tidak adanya bukti otentik berbentuk manuskrip yang menjelaskannya, entah berupa lontar atau prasasti.

Di situs Watu Gilang, ada 2 jalan menuju situs Watu Gilang, 1 jalan berstatus jalur alternatif dan 1 jalan lainnya berstatus jalur umum.

Khusus jalur alternatif, pengunjung harus berhati-hati saat melewatinya, karena jalur tersebut cukup ekstrim, dan rawan resiko tersesat ditengah hutan, karena banyak jalan yang bercabang. Sedangkan jalur umum, sudah pasti dapat dilalui dengan mudah, apalagi jalur ini tidak bercabang. 

Berdasarkan pengukuran pada batu bata kuno, tercatat tinggi 21 hingga 22 centimeter, panjang 73 hingga 74 centimeter, dan lebar 30 hingga 31 centimeter.

Tinggi tumpukan batu bata kuno itu tercatat 3,6 meter dan panjang mencapai 42 meter. Dari pengamatan, batu bata kuno ini tersusun dalam 3 trap, dan tiap trap berjarak 30 hingga 31 centimeter.

Berdasarkan geografis, di utara ada Gunung Gentong Growa, Gunung Margo Wayang, dan Gunung Biru yang masuk deretan deretan Gunung Arjuno. Di barat, ada Gunung Selo Kurung, Gunung Songko yang masuk deretan Gunung Arjuno

Di selatan, ada Gunung Dorowati, Gunung Parang Klakah, Gunung Kukusan yang masuk deretan Gunung Kawi. Sedangkan di timur, sudah masuk areal Gunung Kawi.

Disekitar situs Watu Gilang, terdapat 7 situs lainnya. Ketujuh situs tersebut sengaja dibuat seperti makam, agar benda-benda purbakala itu tidak dijarah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti riwayat atau sejarah dari situs Watu Gilang dan situs-situs lain disekitarnya. Hal ini dikarenakan belum adanya tindaklanjut dari pihak otoritas yang berwenang menangani benda-benda purbakala tersebut. (dodik)
Komentar Anda

Berita Terkini