LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# ANDA PUNYA BAKAT MENULIS PUISI, ARTIKEL, KARYA ILMIAH DAN TULISAN LAINNYA, SERTA INGIN DIMUAT DI KANTOR BERITA HARIAN9 INI, SILAHKAN KIRIM tulisan ANDA VIA EMAIL redaksiharian9@gmail.com

Pesta Sabu Gagal, Dua Nelayan Di Grebek Polsek Tanjung Beringin

HARIAN9 author photo


SERDANG BEDAGAI| H9
Ta (33) dan Ar (43) keduanya warga Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai, dua orang yang berprofesi sebagai nelayan ini gagal berpesta sabu setelah di Grebek Tim Opsnal Reskrim Polsek Tanjung Beringin tepatnya di sebuah Pondok di Dusun IV Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai, Minggu (9/2/2020) Sekira pukul 02.30 WIB.

Dari penggerebekan tersebut , Tim Opsnal Polsek Tanjung Beringin menyita barang bukti dari kedua tersangka yaitu berupa 2 klip plastik transparan ukuran sedang diduga sabu dengan berat 1,88 gram., 3 helai plastik ukuran kecil diduga berisi sabu dengan berat 1,42 gran., 50  helai plastik klip kosong, uang tunai Rp. 200 ribu Rupiah, 1 buah Pisau lipat, dan1 buah kaca pirex.

Kepada petugas, Ta mengaku sudah 2 bulan mengedarkan sabu serta akan bersama sama mengkonsumsi sabu di Pondok tersebut.

“Sudah dua bulan saya pak jual sabu, niatnya kami mau pakai tapi kami ditangkap Polisi,” Kata Taufik kepada petugas saat diinterogasi. 

Sementara itu, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang, SH, M.Hum, mengatakan bahwa penggerebekan tersebut atas laporan dari masyarakat tentang lokasi Pondok yang sering dijadikan tempat transaksi dan mengkonsumsi narkoba, jadi kita lakukan penggerebekan ditempat tersebut dan menemukan kedua pelaku beserta barang  bukti sabu dan alat hisapnya,” ungkap Mantan Kapolres Batubara dan Wakasat Reskrim Poltabes MS (kini Polrestabes Medan).

“Saat ini kedua pelaku telah diserahkan ke Sat Narkoba Polres Serdang Bedagai guna dilakukan pemeriksaan untuk proses hukumnya dan pelaku kita kenakan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) Subs Pasal 127 Ayat (1) dari Undang - Undang RI Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelas AKBP Robin Simatupang. (Budi9/HJ9)

Komentar Anda

Berita Terkini