LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# ANDA PUNYA BAKAT MENULIS PUISI, ARTIKEL, KARYA ILMIAH DAN TULISAN LAINNYA, SERTA INGIN DIMUAT DI KANTOR BERITA HARIAN9 INI, SILAHKAN KIRIM tulisan ANDA VIA EMAIL redaksiharian9@gmail.com

Polsek Medan Baru Kempeskan Residivis Pembongkar Toko Ponsel

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Team Pegasus Polsek Medan Baru langsung dipimpin Kanit Reskrim Iptu Immanuel Ginting, SH, MH, berhasil menangkap Residivis pembongkar toko ponsel. Namun karena berusaha melarikan diri dan melawan,  kaki tersangka IK (24) warga Kecamatan Medan Polonia terpaksa "Dikempeskan" (ditembak).

Disebutkan, Sabtu 11 Januari 2020 lalu, tersangka IK bersama temannya, RA (34) membongkar Toko Laris Ponsel di Jalan Mawar yang tak jauh dari rumahnya.
Namun karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri, seorang tersangka IK terpaksa ditembak dan teman bernama, RA masih terus dikejar.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H. Tobing, SH, SIK, MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Immanuel Ginting, SH, MH, kepada Wartawan, Jum'at (7/2/2020) membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Kasus ini masih dikembangkan, guna menangkap seorang lagi pelaku dan tidak ada ruang gerak bagi pelaku kejahatan," tegas mantan Kasat Reskrim Polres Deli Serdang.

Lebih lanjut Tobing menerangkan, bahwa residivis kambuhan ini ditangkap berdasarkan laporan korban yang kehilangan sejumlah Ponsel bermerek dan uang tunai sebesar Rp. 6 juta dari tokonya.

Disitu aksi tersangka terekam CCTV, dan selain itu, Tobing menyebutkan, tersangka IK sendiri merupakan residivis atas kasus pencurian dengan pemberatan pada Tahun 2018 lalu. 

“Berdasarkan catatan kepolisian, IK merupakan residivis kasus curat dan baru menghirup udara segar setelah menjalani hukuman selama 18 bulan di Lapas Tanjung Gusta Medan pada tahun 209 lalu,” sebut mantan Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Usai diamankan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Medan Baru untuk diproses. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” jelas Pamen Muda Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Tahun 2005. (HJ9)


Komentar Anda

Berita Terkini