LARISPA


Wamendag Bertemu EEAS, Tekankan Percepatan Penyelesaian IUECEPA Tahun Ini

harian9 author photo

BRUSSELS| H9
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan upaya percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IUE-CEPA). Penyelesaian IUE-CEPA ditargetkan selesai tahun ini. Hal ini disampaikan Wamendag Jerry pada pertemuan dengan Direktur Utama Dinas Luar Negeri Eropa (EEAAS) untuk Asia Pasifik Gunnar Wiegand di Brussels, Belgia, Selasa (18/2).

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan yang berlangsung di Jakarta, pada 5 Februari 2020 lalu. Turut mendampingi pertemuan tersebut, Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin dan Atase Perdagangan Brussel.

"Percepatan penyelesaian IUE-CEPA penting bagi Indonesia dan Uni Eropa karena dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua pihak, salah satunya untuk meningkatkan perdagangan, baik barang maupun jasa,”tegas Wamendag.

Lanjutnya, kedua pihak optimistis dapat menyelesaikan IUE-CEPA tahun ini.

"Perundingan IUE-CEPA sudah berjalan selama sembilan putaran. Walaupun masih ada beberapa isu yang belum diselesaikan kedua pihak, seperti sektor perdagangan, barang dan jasa, serta pengembangan kapasitas dan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah (government procurement). Namun demikian, keduanya optimistis dapat menyelesaikan perundingan IUE CEPA pada tahun ini," ujar Wamendag.

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga dibahas isu-isu perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa di tengah dinamika perdagangan global yang terjadi saat ini. Beberapa isu yang menjadi perhatian keduanya, antara lain tinjauan perdagangan dan investasi, serta komoditas ekspor kelapa sawit.

Wamendag menjelaskan, perubahan paradigma Uni Eropa yang kini semakin menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan perdagangan berkelanjutan (sustainable of trade) menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia karena dapat berimbas terhadap produkproduk ekspor Indonesia, seperti kelapa sawit.

"Pertemuan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mendiskusikan perubahan paradigma tersebut agar tidak menjadi hambatan dan mengganggu hubungan perdagangan kedua pihak di masa depan. Melalui pertemuan ini, diharapkan kedua pihak akan semakin memahami kondisi yang ada dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan keduanya," jelas Wamendag.

Selain itu, lanjut Wamendag, hal lain yang perlu dibahas Indonesia dan Uni Eropa adalah mengenai kerangka konsep perdagangan maupun kerja sama yang lebih luas dengan mengakomodasi kepentingan dan karakter sosial ekonomi masing-masing. Hal ini dipandang penting karena adanya perbedaan dalam berbagai aspek antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Indonesia dan Uni Eropa, keduanya perlu memberikan ruang bagi kebijakan masing-masing yang dapat mewadahi berbagai perbedaan yang ada di antara keduanya. Namun, Indonesia memastikan akan terus mengedepankan dan memperjuangkan kepentingan nasional," tegas Wamendag.

Sementara itu, Dubes Yuri Thamrin menekankan perlunya konsistensi kedua belah pihak terhadap implementasi ketentuan-ketentuan perdagangan internasional. 

"Indonesia menginginkan standardisasi yang diberlakukan Uni Eropa terhadap produk-produk Indonesia juga dapat diterapkan kepada produk-produk serupa dari negara lain," jelas Yuri Thamrin. (rel/wp.03)

(Foto: kemendag)


Komentar Anda

Berita Terkini