LARISPA


Wibowo Sebut Desa Tulungrejo Optimis Menjadi Wisata Pedhet

HARIAN9 author photo

MALANG| H9
Sekretaris Desa Tulungrejo, Teguh Wibowo atau biasa dipanggil Wibowo (rabu,26/2/2020), mengklaim Desa Tulungrejo bisa menjadi Wisata Pedhet (anak sapi). Klaim tersebut cukup beralasan, lantaran warga Desa Tulungrejo banyak yang membudidayakan pedhet.

Secara administratif, Desa Tulungrejo masuk ke wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Desa Tulungrejo terbagi 4 dusun, yaitu Jabon, Gagar, Ganten dan Sayang.

"Wisata pedhet ini cukup menarik, orang yang berkunjung disini akan melihat cara memelihara pedhet dari usia 1 bulan sampai 4 bulan," kata Wibowo.

Lanjutnya, kandang pedhet milik warga Desa Tulungrejo, mayoritas diletakkan samping rumah, otomatis orang yang melewati jalan depan rumah warga, akan melihat kandang tersebut.

Pedhet-pedhet tersebut dibudidayakan didalam kotak berukuran panjang dan lebar 80 centimeter hingga 100 centimeter. Kotak-kotak itu berpondasi kayu rata-rata berukuran 4 centimeter dan 6 centimeter.

Bagian bawah kotak, bambu-bambu yang sudah dipotong berbentuk batangan memanjang, dijadikan lantai, dan jarak lantai dengan permukaan tanah sekitar 30 centimeter hingga 50 centimeter. Tiap kotak, terpasang kotak kayu dan ember untuk tempat makan maupun minum pedhet. 

Dibawah kotak, umumnya dibuat lantai yang disemen, dan dibuat agak miring. Lantai dibuat miring sengaja dilakukan, agar ketika pedhet-pedhet tersebut mengeluarkan kotoran, dengan mudah turun kebawah saat dibersihkan.

Saluran berukuran kecil dibuat berdekatan dengan kotak-kotak tersebut, dan dari saluran itulah kotoran pedhet dialirkan menuju tempat pembuangan.

Gerak gerik pedhet tidaklah sama dengan sapi, disebabkan pergerakan pedhet lebih agresif, dan bisa menjadi tontonan atau hiburan tersendiri. Disamping itu, pedhet-pedhet tersebut mudah berinteraksi dengan orang yang ada didekatnya.

"Diwaktu pemeliharaan, pedhet akan diberi susu dan makanan sentrat atau rumput. Disinilah ada daya tarik sendiri, khususnya orang-orang yang tinggal diperkotaan saat berkunjung ke desa ini," jelas Wibowo.

Ia menambahkan, selain budidaya pedhet, warga Desa Tulungrejo juga membudidayakan sapi perah. Sama halnya budidaya pedhet, kandang sapi milik warga, rata-rata berada di samping rumah, sehingga bisa terlihat jelas ketika melintasi jalan-jalan di pemukiman warga.

Saat memelihara sapi perah, secara rutin tiap pagi dan sore, warga memeras susu sapi, selanjutnya susu sapi dimasukkan dalam termos berbahan alumunium. (dodik)
Komentar Anda

Berita Terkini