LARISPA


Lemhatabes Bentuk Team Monetoring dan Evaluasi Lahan Adat di Besitang

HARIAN9 author photo

BESITANG| H9
Terkait adanya rencana kelompok Tani Konservasi untuk menguasai Lahan pertanian yang selama ini di usahai oleh kelompok tani masyarakat adat kedatukan Besitang dan kelompok Tani Lembaga Masyarakat Adat Teluk Aru Besitang (LEMHATABES), maka kelompok tani Lemhatabes melakukan pertemuan bersama para pengurus di Gedung Sekolah Swasta di jalan Datuk Johan Pahlawan lingkungan lV Kel Kampung lama Kec Besitang Kab.Langkat. 

Dalam pertemuan tersebut, Abd Hafiz.Sag.M.A  sebagai Ketua Umum Lemhatabes memberikan Surat mandat tugas kepada empat orang pengurus masing-masing Saripuddin Gayo, Sahril, Idris.y.M.J, Abidin Yusya.

Sesuai mandat tugas No: 217/LEMHATABES/ kol/2020 ke empatnya untuk melakukan tugas Monitoring dan Mengevaluasi keberaan anggota masyarakat adat yang menggarap di lahan Adat milik Asset Kedatukan Besitang.

Sesuai perjanjian antara Datuk Besitang H Abdul Chalid bin Datuk Indra Lana Dengan Kolonial Belanda dengan Berdasarkan Surat perjanjian No:138 Tanggal 8 April 1936 M. Sejumlah pengurus tampak hadir dalam Acara pertemuan tersebut.

Kepada Harian9, Abdul Hafiz.S.sg Selaku Ketua Umum Lemhatabes.mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya dari Lembaga Masyarakat Hukum Adat Teluk Aru Besitang akan memasang Plank di Kawasan Hutan Adat di Sai Sebamban.

"Kami juga akan bertani disana berdasarkan Peraturan Daerah(PERDA) Kabupaten Langkat," Kata Abdul Hafiz.

Abdul Hafiz juga menghimbau kepada aparat penegak Hukum seharusnya dapat melihat Pakta di lapangan yang sebenarnya, karena sebelumnya sebahagian besar dari anggota kelompok tani Hutan Konservas adalah Anggota Dari Masyarakat Adat Kedatukan Besitang. an Anggota Dari LEMHATABES, namun belakangan ini mereka Bergabung ke Kenservasi.

Dan setelah bergabung mereka semakin brutal karena beberapa gubuk milik petani Lemhatabes habis dirusak, hinga terpaksa menghindar, sedangkan buah jeruk manis milik mereka habis dijarah mereka.

"Persoalan ini telah kami laporkan kepada polisi, tapi sampai saat ini persoalannya sepertinya hanya berjalan di tempat," katanya.

Pihaknya yang dirugikan juga sebagai korban, dan bila dari pihak petani Hutan Koservasi mengambil lahan yang telah diusahai sejak bertahun-tahun mereka dari lemhatabes akan melakukan perlawanan terhadap mereka.(R/az)


Komentar Anda

Berita Terkini