LARISPA


Unit Pendidikan Produksi Hand Sanitizer

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S.A. Cahyanto menyampaikan, sejumlah unit pendidikan di bawah binaan BPSDMI Kemenperin terus aktif memproduksi cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Inisiatif ini untuk turut membantu upaya pemerintah dalam menangani dan mencegah pandemi virus korona (Covid-19) yang tengah melanda Indonesia.

“Seluruh dunia kini sedang didera nestapa wabah korona, tak terkecuali Indonesia. Maka tak heran banyak orang berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer agar tubuh tetap terjaga dari serangan virus,” katanya di Jakarta, Minggu (22/3).

Menurutnya, dengan tingginya permintaan produk tersebut, membuat sebagian daerah mengalami kelangkaan di pasaran. 

“Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan sulit untuk membelinya, bahkan harganya meroket drastis,” ungkapnya.

Oleh karena itu, BPSDMI sedang memacu unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk lebih banyak membuat hand sanitizer secara mandiri. Pembuatan hand sanitizer ini telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh WHO serta prosedur kesehatan dan keselamatan hingga melalui riset yang baik

“Produk hand sanitizer ini kami distribusikan untuk kebutuhan karyawan serta mahasiswa atau siswa di lingkungan unit pendidikan masing-masing, hingga juga diserahkan ke masyarakat sekitar,” tutur Eko.

Unit pendidikan Kemenperin yang sudah memproduksi hand sanitizer secara mandiri tersebut, antara lain adalah SMAK Padang, SMAK Bogor, SMTI Padang,  SMTI Makassar, SMTI Aceh, Politeknik AKA Bogor,   Poltek ATI Padang, Poltek STTT Bandung,  Poltek ATK Jogjakarta, Poltek PTKI Medan, Akademi Komunitas Bantaeng,  AKOM Solo dan Balai Diklat Industri Makassar.

“Dalam sehari rata rata mereka mampu memproduksi  100 liter sampai  500 liter yang dikemas di dalam botol dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan,” imbuhnya. 

Hingga saat ini, secara kumulatif, total produksi hand sanitizer sudah mencapai 1,6 ribu liter.

Ia mengemukakan, di tengah krisis cairan pembersih tangan tersebut, inisiati dan kepedulian satuan kerja BPSDMI tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat hingga pejabat daerah, di antaranya datang dari Walikota Padang, Wakil Gubernur Sumatera Barat, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

“Penggunaan hand sanitizer ini mampu membunuh mikroorganisme yang menempel di tangan, dan dianjurkan untuk selalu dibawa kemanapun pergi untuk mengantisipasi kalau tidak terjangkau sabun dan air mengalir,” paparnya. 

Hal ini mengingat Covid-19 saat ini sudah menjadi pandemi global, langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri. (kemenperin/wp.03)



Komentar Anda

Berita Terkini