Pers Covid19


LARISPA


Di Rumah Aja Selamatkan Bumi

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Meskipun pandemi covid 19 masih mewabah di Indonesia khususnya di Kota medan, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) tetap mengajak anak-anak untuk tetap memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 Maret. 

Hal ini dilakukan agar anak-anak tetap peduli terhadap pentingnya melestarikan lingkungan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menghimbau agar anak-anak belajar dan tetap berkarya dari rumah, PKPA juga menyelenggarakan rangkaian diskusi online regular yang disebut NGOPI ONLINE (ngobrol inspirasi berbasis online) untuk memperingati hari bumi di tengah wabah covid 19. 

Ngopi Online pertama kali diadakan pada tanggal 14 april 2020 dengan tema “Yuk Buat Maskermu Sendiri”. Selanjutnya Ngopi Online terus dilaksanakan dengan berbagai topik yang menarik dan mengasah kreatifitas. Setiap sesi Ngopi Online akan dipandu oleh seorang anggota laskar no plastik dan seorang narasumber yang ahli diberbagai bidang.

Tidak hanya itu, untuk memperingati hari bumi di tengah pandemic covid 19, PKPA juga menggelar berbagai lomba yang menarik untuk anak. Lomba-lomba yang dikompetisikan diantaranya adalah lomba illustory, pidato online dan membuat lagu singkat. 

Anak-anak yang masih berusia di bawah 18 tahun bisa dengan mudah mengikuti perlombaan ini dengan mengapload karya mereka di Instagram masing-masing dan menandai akun @laskarnoplastik.

Perlombaan-perlombaan ini masih dibuka hingga tanggal 28 april 2020. Laskar No Plastik sendiri adalah komunitas peduli lingkungan yang diinisiasi oleh PKPA melalui project #NoPlastik! yang didukung oleh TDH German. 

Komunitas ini beranggotakan anak dan orang muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan terutama melakukan advokasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Ayu Lestari selaku kordinator project #NoPlastik! menyatakan bahwa PKPA menyelenggarakan diskusi online dan berbagai lomba yang dapat diikuti meski anak-anak tetap tinggal dirumah, agar anak-anak tetap dapat berkarya dan berkreatifitas ditengah situasi pencegahan penyebaran covid19. 

“Wabah Covid19 berdampak besar bagi psikologi anak, situasi yang mengharuskan mereka tetap berada di rumah sepanjang waktu membuat anak-anak mudah jenuh. PKPA berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi media alternative yang dapat menjadi wadah untuk anak tetap giat berkreatifitas dan menyalurkan aspirasinya,” tuturnya. (rel)
Komentar Anda

Berita Terkini