-->

Anjing Gila yang Gigit 10 Warga di Palas, Dieksekusi Mati

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Masyarakat yang tergabung dari Desa Tanjung Botung dan desa sekitanya, buru anjing gila yang telah mennggigit korban sebanyak sepuluh orang warga di Desa Tanjung Botung, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang dimulai Selasa, (05/05/2020).

Serangan seekor anjing gila berlangsung cepat sangat mengagetkan warga. Mereka sempat menyingkir jauh ketika anjing tersebut mengamuk dan mengigit sejumlah warga yang dijumpainya.

Serangan anjing gila yang tidak diketahui pemiliknya yang berlangsung dalam dua hari terakhir, tidak hanya membuat panik warga. Tapi serangan binatang tersebut menyebabkan sejumlah warga di Desa Tanjung Botung, sepuluh orang mengalami luka gigitan.

"Warga langsung mengevakuasi warga yang digigit anjing ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Botung. Tim medis langsung memberikan suntikan vaksin untuk mencegah rabies mengidap korban gigitan, karena anjing yang menggigit warga kami ini, tidak tentu jamnya, baik dipagi hari, siang dan malam," sebut Kepala Desa Tanjung Botung, Lompo Hasibuan atau biasa dipanggil Bang Loppo.

"Setelah kejadian itu, ratusan masyarakat yang tergabung dengan warga masyarakat desa tanjung botung masih terus melakukan pencarian anjing gila tersebut. Mereka menyisir sejumlah tempat yang dicurigai menjadi tempat persembunyian anjing tersebut," kata kades.

Diduga pasca menggigit warga, anjing gila tersebut lari ke sekitar kebun yang berada di pemukiman warga. Hingga kini, warga masih belum berhasil mengamankan anjing tersebut. Kades memastikan anjing yang menggigit korban masih berada disekitar pemukiman warga yang tersebar di perkampungan kita ini.

“Kami masih melakukan serangkaian pemburuan anjing yang diduga menggigit sepuluh warga. Kendati telah melakukan penyisiran ditempat anjing gila tersebut bersembunyi, tapi masih belum berhasil menangkapnya.Mungkin anjing tersebut kabur dan masih berada disekitar perkampungan tengah bersembunyi,” kata Kades Loppo Hasibuan.

Loppo menjelaskan tim medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Botung masih terus melakukan pemeriksaan kesehatan delapan warga.

Mereka masih menjalani observasi pasca korban mengalami luka gigitan. Seluruh korban mengalami luka gigitan sehinga diperlukan penanganan medis.

“Tim medis telah memberikan vaksin rabipur terhadap warga yang diduga digigit anjing gila. Dan seluruh korban masih menjalani pemeriksaan intensif kesehatan yang dilakukan sejumlah tim medis,” katanya.

Al hasil, berkat pencarian bersama dan serentak sekira jam 17. 30. Wib anjing gila yang menggigit warga tersebut berhasil ditemukan keberadaannya, dan anjing itu jelas terlihat. Rencana awal, anjing akan ditangkap hidup-hidup. Namun saat itu, anjing sudah mendekati ingin mrnggigit salah seorang warga.

“Ada penyampaian dari petugas serta warga, agar anjing ini kalau ditemukan jangan ditembak mati atau di bunuh, tapi kami melihat anjing tersebut sudah mendekati untuk menerkam warga lagi, akhirnya warga memutuskan untuk menembak demi menghindari timbulnya korban lagi,” kata Loppo. Jumat (08/05/2020) dini hari. Kepada wartawan, saat 
menunggu waktu makan sahur di kedai kopi bersama warga desanya.

"Sesuai kesepakatan bersama masyarakat, setelah anjing gila itu benar sudah mati , anjing itu dikuburkan, untuk menghindari ada hewan lain yang memakan sisa daging anjing tersebut,” Tutur Kades Tanjung Botung.

Warga yang diperlihatkan anjing tersebut usai dibunuh dengan kayu balok, tombak dodos sawit dan alat lainnya, juga membenarkan bahwa, anjing tersebut yang menyerang dan menggigit warga. mereka menyebut ciri-ciri anjingnya itu berwarna coklat, hitam dan kuning kemerahan dan sudah ada luka pada bagian punggung dan ekornya. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini