Pers Covid19


LARISPA


Bantu Warga Merayakan Lebaran, Wabup Sergai Berikan Subsidi Harga Daging Lembu

HARIAN9 author photo


SERDANG BEDAGAI | H9
Sudah menjadi tradisi bagi Wakil Bupati (Wabup) Sergai H Darma Wijaya untuk membantu masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri tiba. Setiap tahunnya, pria yang dikenal dermawan ini selalu mensubsidi harga daging lembu miliknya.

Untuk tahun ini, ada sebanyak 60 ekor lembu jenis Limosin dan Brahman miliknya yang dipotong dan dijualnya dengan harga Rp 100.000 per kilogram nya kepada masyarakat di 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sergai.

Adapun ke 7 Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Dolok Masihul, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, Pegajahan, Sei Rampah,  Perbaungan dan Bintang Bayu.

"Untuk tahun ini, ada sebanyak 60 ekor lembu dengan total berat dagingnya sekitar 12 ton yang kita potong. Daging tersebut juga kita jual dengan harga Rp 100.000 per kilogram, berbeda dengan harga dipasar yang berkisar sekitar Rp 130.000 per kilogramnya,"ungkap H Darma Wijaya dirumah dinas Wakil Bupati Sergai di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, sabtu (23/5/2020).

Ketua DPC PDI.P Sergai ini juga mengungkapkan, bahwa tradisi ini sudah dilakukan olehnya sejak tahun 2000 lalu. Dimana saat pertama dilakukan, daging lembu tersebut dibagikan nya secara gratis. Namun, memasuki tahun ke tiga karena banyaknya permintaan dari masyarakat membuatnya menjual separuh harga dari harga dipasaran.

Tetapi warga juga hanya diperbolehkan untuk membeli dagingnya sebanyak 2 kilogram saja  per Kepala Keluarga (KK). Hingga sampai dirinya menjadi Wabup Sergai, permintaan itu semakin bertambah. Dan Ia pun mengaku berencana untuk tahun depan minimal menyembelih 100 ekor lembu.

"Insyaallah, untuk tahun depan akan kita tambah. Kita berharap dengan harga subsidi ini dapat membantu masyarakat dalam merayakan lebaran apalagi ditengah pandemi virus corona ini," ujarnya.

Saat disinggung tentang rugi dan untungnya, H. Darma Wijaya mengatakan ia tidak untung dan tidak rugi. Pasalnya lembu berukuran besar itu merupakan milik pribadinya sendiri hingga dapat menekan kerugian pribadinya.

"Bagi saya tidak ada ruginya karena lembu itu milik kita sendiri dan kita juga bukan mencari untung yang penting dapat meringankan masyarakat untuk membeli daging dengan harga yang di subsidi"pungkasnya.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini