Pers Covid19


LARISPA


Bupati Soekirman Pimpin Rapat Sinkronisasi DTKS dan Non DTKS

HARIAN9 author photo


SERDANG BEDAGAI | H9
Untuk mendapatkan data yang valid terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak virus corona disease atau covid-19, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman bersama para Kepala OPD dan pihak Kecamatan menggelar rapat Sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS.

Rapat tersebut dilaksanakan melalui video conference (vitcon) yang digelar di Posko Gugus Tugas Covid-19, Rumah Dinas Bupati Sergai di Sei Rampah, jumat (8/5/2020). Rapat ini merupakan tindaklanjut atas hasil monitoring yang dilakukan Tim Gugus Tugas terhadap DTKS, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/Sembako) dan Bantuan Non-Tunai (BNT) yang berasal dari desa dan kecamatan.

Dalam rapat tersebut, Bupati Soekirman selaku ketua gugus tugas menekankan kepada para Camat agar memastikan tidak ada lagi warga pra-sejahtera yang tidak terdata dalam daftar penerima bantuan. Selain itu, jika ada warga yang baru masuk ke dalam kategori kurang mampu akibat terdampak pandemi, harus ikut terdata seluruhnya.

"Kepada para Kepala Desa, Lurah dan Kepala Dusun agar kiranya tidak ada lagi saudara saudara kita, masyarakat Sergai yang terdampak Covid-19 dan orang miskin baru, tidak menerima bantuan dari pemerintah. Mari kita pastikan secara valid jika bantuan yang diberikan memang tepat sasaran," bilang Soekirman.

Soekirman juga menjelaskan, bahwa saat ini ada sebanyak 51.084 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sergai yang terdampak Covid-19. Lalu ditambah dengan warga miskin baru berdasarkan DTKS yang dalam waktu dekat ini akan menerima bantuan dari Pemerintah dalam bentuk Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 26.361 KK.

Dari jumlah itu, lanjut Soekirman, yang akan segera terealisasikan adalah sebanyak 20.449 KK di mana bantuan akan disalurkan melalui Kantor Pos dan bank yang ditunjuk, sedangkan sisanya sebanyak 5.912 KK akan masuk dalam realisasi tahap berikutnya.

Kemudian untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 17.086 KK dan bantuan dalam bentuk sembako yang diberikan oleh Kemensos sebanyak 28.258 KK.

"Untuk itu saya meminta kepada seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah untuk terus memantau pengambilan data Penerima Bantuan dari Pemerintah, seperti bantuan PKH yang dilakukan oleh para pendamping PKH," harap Soekirman.

Terkait perubahan status ekonomi peserta PKH, Bupati kembali mengingatkan agar keluarga yang sudah mengalami perbaikan kondisi ekonomi supaya mengalihkan atau merekomendasikan kepesertaannya kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan, terutama bagi kalangan masyarakat yang tergolong sebagai “warga miskin baru” akibat bencana Covid-19.

Sementara itu, Sekdakab Sergai H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP menambahkan bahwa bagi Desa, Kelurahan dan Kecamatan yang belum memberikan DTKS untuk segera menyerahkannya kepada Tim Gugus Tugas.

Terkait masalah data penerima bantuan tersebut, Sekda juga menekankan agar jangan ada yang saling menyalahkan satu dengan yang lain."kita harus bekerja sebagai tim dan jaga sinergitas agar tetap solid. Selain itu, seluruh tindakan yang akan kita ambil harus cepat dan tepat, demi berhasilnya kita melewati tantangan ini dengan baik,"pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Nina Deliana, S.Sos, M.Si, Asisten Admum Hj Irwani Jamilah, SH, M.Si, Kadis Kominfo Drs H Akmal, AP, M.Si, Kadis PMD H Ikhsan, AP, M.AP dan Kadis Sosial H Ifdal S.Sos, M.AP.(WD23)

Komentar Anda

Berita Terkini