-->

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Dinding Beton Jembatan Lintas Nasional Ambruk

HARIAN9 author photo
LANGKAT| H9
Jembatan jalan lintas Nasional.yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera utara tepatnya di Km 104-105 dusun 12 Bukit pelita Desa Bukit selamat Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.jembatan yang baru selesai dikerjakan pada Akhir tahun 2019 lalu.

Kini kondisinya sangat memperihatinkan beton penahan tanah kiri kanan jalan telah pecah akibatnya beram jalan ikut rubuh atas terjadinya kerusakan ini pihak terkait harus bertangung jawab termasuk Dinas perhubungan dan PUPR Provinsi Sumut jangan hanya tutup mata melihat kondisi ini.

Jika perlu menindak perusahaan kontraktor sebagai pelaksana kegiatan yang menggunakan anggaran negara cukup besar ini.

HN warga setempat mengatakan rubuhnya dinding beton ini pada Minggu malam , 2 Mei 2020 lalu HN juga mengatakan sangat yakin bangunan ini tidak akan bertahan lama.

"Cara kerjanya sangat dipaksakan dengan tergesa-gesa"karna mungkin waktunya pada saat itu sangat mepet, pas akhir tahun 2019 mereka masih juga mengerjakan paret dan dinding beton penahan tanah di pingir jalan baru.yang merupakan paket jembatan ini," kata HN.

Kerusakan juga terlihat di sebelah kenan pondasi jembatan.hinga material tanah dan aspal jalan telah amblas kedalam alur sungai.pantauan Harian9.com diloksi jembatan Minggu (10/5/20) kerusakan juga terlihat di bahagian sambungan badan jalan.

Aspal antara badan jalan lama dengan aspal jalan baru yang satu paket dengan pembangunan jembatan lintas Aceh-Medan material tanah timbun dan aspal jalan telah terbongkar berantakan hingga berlubang bila hujan dilokasi tersebut penuh digenangi air seperti kolam akibatnya sangat mengganggu para pengguna jalan.

Menurut informasi sambungan ujung pangkal jembatan ini seminggu lalu sempat diperbaiki.diduga Kontraktor .dengan menimbun Aspal Hotmix dibahagian ujung-pangkal jembatan mengunakan mesin giling Bomag.karna sambungan antara badan jalan dengan pondasi jembatan.sudah tidak sejajar lagi.akibat material tanah timbun yang digunakan tidak padat dan diduga tidak sesuai Bistek.(WD45)

Komentar Anda

Berita Terkini