Pers Covid19


LARISPA


Diduga Pungli Salah Satu Sekolah di Besitang, Kepala Yayasan dan Wakasek Saling Lempar Bola

HARIAN9 author photo
BESITANG| H9
Ketua yayasan Madrasyah Tsanawiyah Al Ikhlas Swasta merangkap Kepala Sekolah di Dusun Pantai Buaya Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten langkat diduga lakukan Pungli (Pungutan liar)terhadap Siswa/i Kelas lll sebesar sebesar Rp 1.630.000
ribu Persiswa setingkat SMP sebanyak 32 murid.

Pungutan dilakukan saat akan mengikuti Ujian Sekola(US), dengan alasan
Rp 850 ribu untuk biaya rekriasi Rp 500 Ribu untuk sewa laptop Rp 150 ribu uang perpisahan Rp 130 ribu uang buku. 

Dugaan pungli tersebut diungkapkan beberapa siswa diantaranya berinisial SA dan GS kedua murid Madrasyah Tsanawiyah Al Ikhlas ini ditemui Harian9.com dikediamannya belum lama ini yakni di Dusun Pantai Gadung Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang.

Kedua Siswa/i ini didampingi orang tuanya mengaku saat akan mengikuti UAS setiap peserta didik di sekolah tersebut dimintai uang Rekereasi sebesar Rp 850 ribu uang sewa Laptop Rp 500 ribu uang perpisahan Rp 150 ribu dan uang buku Rp 140 ribu.

"Saya heran saat Pendemic Covid-19 pihak sekolah masih sanggup 
melakukan pengutipan uang perpisahan.Padahal pihak sekolah tanpa membuat
Kegiatan apapun sampai saat ini, maka kalau tidak ada kagiatan seharusnya uang yang telah dipungut harus dikembalikan kata orang tua Murid. Namun sampai saat ini uang yang ada ditangan pihak yayasan belum juga dikembalikan," kata orang tua siswa kesal.

Ditempat terpisah Ketua yayasan merangkap kepala Sekolah Madrasyah Tsanawiyah Al.Ikhlas Dusun pantai Buaya Desa Bukit Mas sebelumnya Kamis (14/5/20) Drs Ismal Siregar dikonfirmasi wartawan termasuk Harian9.com dikediamannya terkait
adanya pengutipan tersebut beliau berkilah.

"Kalau tentang pengelolaan uang tersebut ditangani oleh Wakil kepala Sekolah kemana saja
uang dipergunakan itu urusan Wakasek . Yang juga merangkap KTU dan Operator
Di sekolah ini, maka hal ini tanyakan saja Langsung Kepada wakasek,"kata Ismail.

Ia juga mengatakan sebenarnya sudah tidak ada lagi untuk membangun sekolah ini, karna lebih fokus lagi untuk bekerja diladang dari mengurus sekolah ini.

"Dibukanya penerimaan murid baru setiap tahun itu karna adanya permintaan guru yang bersertifikasi di sekolah ini dan sekolah ini muridnya hanya 50 orang." ujarnya.

Dekdo Wakasek merangkap KTU dan Operator Sekolah Tsanawiyah Al.Ikhlas Coba ditemui Harian9.com dikediamannya membantah kalau dirinya dikatakan bertangung jawab tentang pungutan UAS di sekolahnya.

 "Itu tidak benar dan mana mungkin uang itu disetor Siswa kepada saya .Sekolah itukan punya Pimpinan dan pak Ismail Siregar adalah Ketua yayasan dan Kepala Sekolah madrasyah Tsanawiyah Al.Ikhlas, maka dialah yang tau dan mengelola uang sendiri pungutan itu," ucap Dekdo.

Dia menambahkan kalau uang Rp 500 ribu/ Siswa untuk sewa laptop itu wakasek  pertangung jawabkan, karna sekolah tidak memiliki laptop.(WD45)
Komentar Anda

Berita Terkini