Pers Covid19


LARISPA


Ditengah Covid 19, Judi Jacpot Tembak Ikan di Besitang Makin Merajalela

HARIAN9 author photo
BESITANG| H9
Ditengah kecemasan masyarakat dalam menghadapi pandemic Covid-19 ditambah lagi  kondisi ekonomi yang saat ini semakin amburadul ditambah menghadapi Lebaran Idul Fitri yang telah didepan mata.

Hal Ini pula sepertinya dimanfaatkan para bandar judi untuk menjalankan bisnis illegalnya, demi memperoleh untung yang besar dari usaha perjudian tersebut, maka untuk menghindari keributan warga di bulan Rhamadhan ini, para bandar sengaja membuka meja perjudia setelah selesai solat tarawih .

Usaha Permainan judi jacpot tembak ikan yang selama ini dikelola oleh bandar warga keturunan asal Medan di Dusun 15 Desa Halaban Kecamatan Besitang kabupaten Langkat
yang mana sebelumnya keberadaan judi tembak ikan ini sempat didemo warga para kaum ibu rumah Tangga.

Hingga kegiatan itu sempat dihentikan hanya beberapa hari saja. Namun belakangan ini kegiatan haram tersebut kembali beroprasi. Kepada Harian9.com warga Dusun ll Sukamulia Desa Halaban menuturkan di Dusun ini ada dua tempat pemutaran Jacpot tembak ikan, sedangkan di Dusun 15 ada Dua tempat biasanya.

" Mereka melakukan kegiatan permainan judi setelah habis Solat Tarawih hinga sampai waktu sahur, para pemain judi tersebut sebahagian besanya sengaja datang dari Kualasimpang Aceh Tamiang karna Daerah ini langsung berbatasan dangan Kabupaten Aceh Tamiang," tandas sumber.

Kamis(14/5/20) sekitar jam 22.00.wib Harian9.com.coba menelusuri lokasi tempat permainan judi jenis tembak ikan yang di infomasikan. Puluhan orang tampak duduk mengitari meja yang dipenuhi berbagai gambar Burung dan ikan yang digerakan mesin kopiuter. Para pemain judi terlihat memegang tombol untuk membidik sasaran.

Kedatangan awak media ini sempat diketahui salah seorang Kacung yang disebut-sebut sebagai humas langsung mendatangi dan menyodorkan uang sogok dan oknum tersebut mengatakan kalau ribut sudah tidak ada lagi semua pihak sudah diatur termasuk media.

Sebelumnya Tamaruddin S.Ag Kepala Desa Halban kepada Harian9.com mengatakan hal ini sudahdisampaikan kepada Kadus Agar ditutup. Karna disamping ada laporan warga 
yang merasa resah karna sering ada suara ribut dari temat permainan itu. 

"Ini juga akan kami kordinasikan lagi. Bersama para tokoh di Desa ini," tandasnya.(WD45)

Komentar Anda

Berita Terkini