Pers Covid19


LARISPA


KadesTanjung Botung Palas Salurkan BLT DD Tahap Satu pada 194 KK

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Pemerintah Desa Tanjung Botung, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang lawas, Provinsi Sumateta Utara (Sumut) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap satu Tahun 2020, Sebanyak 194 Kepala Keluarga (KK). Rabu (20/5/2020) di halaman Kantor Desa Desa Tanjung Botung.

Penyerahan bantuan BLT diserahkan Kepala Desa Lompo Hasibuan di turut dihadiri dan dampingi Sekretaris Camat Barumun Fauzan Taufik Daulay, Kanit Intel Polsek Barumun Ipda P. Tampubolon, Bhabinsa Koramil 08/Barumun Koptu Novri Julpan Hasibuan, dan BPD Tanjung Botung dan membagikan uang tunai sebesar Rp 600 ribu.

Salah seorang warga Desa Tanjung Botung, Boru Hasibuan saat ditemui media ini mengaku sangat merasa bersyukur atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, berkah di bulan suci Ramadhan tinggal tiga hari lagi menuju hari kemenangan hari raya lebaran. pemerintah desa kami sudah menyalurkannya.

Semoga dengan bantuan ini, masyarakat bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dalam menghadapi lebaran ini,” ujarnya. Kepada Harian9.com Kamis (21/05/2020) sore ketika siap belanja dari pasar sibuhuan, untuk pulang kerumahnya.

Sebelumnya, Kades Tanjung Botung Lompo Hasibuan mengatakan, penerima BLT DD di desa yang layak dan patut berjumlah 194 KK untuk tahap I.

“Harapan kita, BLT ini bisa membantu atau meringankan beban hidup masyarakat di tengah pamdemi Covid 19,” ujar Lompo.

Lompo menanbahkan, pemerintahan desa akan memberikan BLT-DD kepada 194 Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp. 600.000/per bulan untuk 3 bulan terhitung April, Mei dan Juni 2020.

“Ada beberapa bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19, diantaranya ada bantuan BLT-DD, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lainnya, sedangkan yang 194 KK tersebut bukan termasuk yang diatas,” ungkapnya.

Masyarakat sebagai penerima bantuan harus tahu bahwa hanya bisa menerima satu jenis bantuan dan tidak bisa double.

“Hal ini guna menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat penerima bantuan dengan pemerintahan desa,” pungkas Kades Tanjung Batung Lompo Hasibuan, yang sering dipanggil Bang Loppo. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini