-->

Lawan COVID-19: Indonesia Ekspor Rempah-Rempah Sebesar Rp.9,6 Miliar ke Taiwan

harian9 author photo

TAIPEI| H9
Kementerian Perdagangan (Kemendag) Senin (18/50) merilis, Di tengah pandemi COVID-19,  melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) tetap gencar melakukan transaksi ekspor produk Indonesia di pasar Taiwan. Kali ini, KDEI Taipei terus gencarkan kegiatan business matching secara virtual, salah satunya untuk produk rempah-rempah yang dilakukan di Indonesia Exhibiton Center, Taipei, pada Selasa (24/3). Kegiatan ini menghasilkan potensi transaksi sebesar USD.650 ribu atau Rp.9,6 miliar.

Kegiatan ini melibatkan tujuh perusahaan eksportir Indonesia yaitu CV Lima Rempah, CV Rasdi & Co, PT Berkah Lada, PT Billiton Rempah Indonesia, PT Latransa, Global Anugrah Kuasa, dan Star Laboratories. Eksportir dan pelaku industri olahan makanan dari rempah, industri dagang maupun perbelanjaan di Indonesia yang mengikuti acara tersebut sangat antusias dalam mendorong ekspor, begitu pula para importir di Taiwan.

"Pandemi COVID-19 memaksa kita semakin lebih kreatif. Business matching tidak harus bertatap muka secara langsung, tapi juga bisa secara daring. Kegiatan yang diinisiasi KDEI Taipei ini akan terus diintensifkan, bahkan sudah direncanakan dalam tahun ini akan dilakukan empat kali business matching. Hal ini adalah terobosan yang kreatif dan efisien, karena memanfaatkan teknologi digital dan yang terpenting adalah bermanfaat bagi UKM dan masyarakat,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta.

Plt. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan juga menambahkan, business matching secara daring tersebut salah satu strategi dalam optimalkan potensi ekspor. Melalui kegiatan tersebut telah menghasilkan potensi transaksi sebesar USD.650 ribu atau Rp.9,6 miliar, antara CV. Lima Rempah dengan salah satu perusahaan importir di Taiwan.

“Namun demikian masih terdapat potensi transaksi yang lebih besar lagi dari produk-produk lain seperti kayu manis, kunyit, dan beberapa produk lainnya yang akan ditindaklanjuti oleh peserta business matching pada pertemuan teknis berikutnya," ungkap Kasan.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi, menjelaskan eksistensi rempah-rempah Indonesia dan produk-produk lain di Taiwan perlu dipertahankan dengan mengintensifkan kegiatan-kegiatan sejenis. Beberapa kegiatan business matching secara daring akan dilakukan lagi dalam beberapa bulan ke depan dengan Taiwan. KDEI Taipei pada 2020 merencanakan empat kali kegiatan business matching dan dalam waktu dekat, yakni pada 9 Juli 2020.

“Pada kegiatan business matching ke-2 ini, komoditas yang akan dipromosikan yaitu produk makanan. Usulan produk ini merupakan masukan dari Kadin Taiwan (Taiwan Chamber of Commerce/ROCCOC)," kata Didi.

Didi melanjutkan, satu hal yang penting yaitu komunikasi antara KDEI Taipei dan asosiasi pelaku usaha di Taiwan harus dapat terus dioptimalkan. "Hal ini agar promosi dan business matching yang dilakukan KDEI Taipei berjalan efektif dan efisien berdasarkan pada prinsip demand-driven," pungkasnya.

Menurut data Bea Cukai Taiwan, pada 2019, Indonesia merupakan pemasok utama rempah-rempah ke Taiwan dengan nilai sebesar USD.7,10 juta dan pangsa sebesar 24,42 persen dari total impor rempah-rempah Taiwan. Nilai ini meningkat 20,33 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD.5,87 juta. Rempah-rempah Indonesia bersaing ketat dengan produk dari Tiongkok, Vietnam, Malaysia, dan India.

Untuk tahun 2020, tren positif ekspor rempah-rempah Indonesia ke Taiwan masih berlanjut.

Berdasarkan data Bea Cukai Taiwan pada bulan Januari—Maret 2020, Taiwan mengimpor rempahrempah dari Indonesia dengan nilai sebesar USD.1,58 juta atau naik sebesar 25,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebumnya. Kompetitor rempah-rempah Indonesia masih sama seperti tahun lalu, yaitu Tiongkok, Vietnam, Malaysia dan India. (Kemendag/wp.03)




Komentar Anda

Berita Terkini