Pers Covid19


LARISPA


Lawan COVID-19: Minimalisasi Dampak COVID-19 di Banten, Kementerian Perdagangan Salurkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Tenaga Medis dan Pasar Rakyat

harian9 author photo

SERANG| H9
Kementerian Perdagangan terus menunjukkan partisipasi aktif dalam meminimalisasi dampak pandemi COVID-19. Melalui program “Kemendag Peduli" yang diinisiasi pegawai Kementerian Perdagangan, telah diberikan bantuan sosial berupa alat kesehatan, sembako, dan donasi tunai untuk penanggulangan COVID-19 bagi tenaga medis di rumah sakit di Provinsi Banten.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di kantor Sekretariat Daerah Provinsi Banten di Serang, hari ini Senin (18/5).

"Bapak Menteri Perdagangan menugaskan saya untuk menyalurkan bantuan Kemendag Peduli ke beberapa daerah yang merupakan zona merah, termasuk Banten, sebagai wujud kepedulian pegawai Kemendag dan elemen masyarakat untuk penanggulangan COVID-19,” ujarnya.

Bantuan Kemendag Peduli tersebut meliputi 1.500 buah baju APD, 5.000 buah masker medis, 1.500 buah sarung tangan, 500 buah penutup wajah (face shield), 60 buah cover sepatu, 260 boks suplemen, 100 dus mi instan, 500 kg beras, dan dana sejumlah Rp.150 juta.

Kemendag Peduli merupakan hasil penggalangan dana inisiasi dari pegawai Kemendag. Para Eselon 1 Kemendag mendonasikan 1 bulan gaji mereka, begitu pula Eselon 2 Kemendag yang menyisihkan gajinya. Selain itu, para perwakilan Kementerian Perdagangan di luar negeri juga bahu-membahu berkontribusi untuk Kemendag Peduli. 

Selanjutnya, langkah ini diikuti para mitra kerja yaitu asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat umum dengan mendonasikan alat kesehatan dan produk-produk lainnya melalui platform Kemendag Peduli.

“Sejalan dengan penguatan pasar rakyat, Kementerian Perdagangan juga memberikan bantuan alat dan sarana kesehatan untuk pedagang dan pembeli di pasar dalam memutus mata rantai COVID-19 di Provinsi Banten,” tambah Wamendag.

Bantuan tersebut berupa 12 unit bilik antiseptik, 12 unit wastafel cuci tangan, 12 unit tangki air (ukuran 120 liter), 12 jeriken cairan antiseptik (isi 5 liter/jeriken), 120 dus masker (isi 48-50/dus), 120 dus sarung tangan plastik (isi 100/dus), 36 dus sarung tangan lateks (isi 100/dus), dan 12 jeriken sabun cair (5 liter/jeriken). Bantuan sosial untuk pasar rakyat ini merupakan salah satu implementasi refocusing dan realokasi anggaran untuk penanggulangan COVID 19.

Bantuan alat kesehatan tersebut diberikan untuk pedagang dan pembeli di 157 pasar rakyat di seluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp.5,4 miliar. Provinsi Banten mendapat alokasi sebanyak 12 pasar rakyat.

"Bantuan ini merupakan wujud dukungan pemerintah untuk pedagang dan pembeli dalam menjaga pasar rakyat tetap beroperasi dengan terus mengedepankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini agar para pedagang tidak terus mengalami penurunan transaksi penjualan dan omzet," lanjut Wamendag. 

Melalui kesempatan ini, Wamendag Jerry kembali menekankan agar pasar rakyat tetap dibuka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai arahan Menteri Perdagangan. Pasar rakyat dan ritel modern harus tetap beroperasi agar kegiatan ekonomi rakyat tetap berjalan, serta dapat memenuhi ketersediaan barang pokok dan penting bagi masyarakat dengan harga yang stabil. 

Namun, Wamendag Jerry mengingatkan, semua pihak harus tetap disiplin dalam menjalankan physical distancing, menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, dan mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

Wamendag Jerry juga menegaskan, koordinasi dan kolaborasi yang kuat dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam menanggulangi dampak-dampak ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, diharapkan seluruh pimpinan daerah dapat berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Satuan Gugus Tugas COVID-19 setempat, untuk menyediakan alat tes bagi para pedagang. Tujuannya agar seluruh pedagang dan konsumen yang berbelanja ke dalam pasar rakyat bisa terhindar dari paparan dan penyebaran virus COVID-19 tersebut.

"Kami bersyukur bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah mengambil langkah langkah mitigasi yang tepat, hingga penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak COVID-19 sesuai target dan harapan," ujar Wamendag. 

Acara penyaluran donasi dan bantuan tersebut juga dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono, Kepala Biro Umum Kemendag Sugih Rahmansyah, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso, serta asosiasi dan pelaku usaha. (Kemendag/wp.03)

(Foto: Kemendag)



Komentar Anda

Berita Terkini