Penggunaan Anggaran Covid-19 di Aceh Tamiang Masih Wajar dan Terkendali

HARIAN9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Terkait penggunaan anggaran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang, para wartawan melakukan konfirmasi kepada Bupati, Kegiatan berlangsung diruang kerjanya pada Rabu (06/05/2020).

Sehubungan dengan penggunaan anggaran Rp. 3 milyar, Bupati Aceh Tamiang H.Mursil.SH.Mkn menyampaikan,pihaknya tidak bisa memberikan rincian keuangan secara detail, karena itu ranahnya Inspektorat, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan lebih tepatnya untuk hal tersebut dapat ditanyakan langsung pada sekretaris Gugus.

"Anggaran Rp. 3 milyar diambil dari kas daerah untuk kepentingan gugus tugas Covid-19, yaitu guna kebutuhan masker, uang makan dan transportasi petugas di Posko, penyemprotan disinfektan dan keperluan lainnya. Keuangan akan dimanfaatkan sehemat mungkin, namun tidak ada honor untuk yang namanya  terstruktur di gugus tugas dan untuk pemantauan telah ada kesepakatan dengan pihak Kejaksaan," ujarnya.

Penggunaan anggaran masih dalam batas yang wajar dan terkendali, serta terkait belanja barang untuk keperluan pengendalian covid dilakukan pendampingan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Diharapkan semoga para pengendali gugus tugas tidak ada yang bermain dengan anggaran bencana.

Pada kesempatan tersebut Bupati menambahkan, selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Aceh, sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Aceh Tamiang, pihak swasta, pemegang Hak Guna Usaha (HGU), dan banyak juga donatur yang menyumbang secara langsung pada masyarakat. Untuk hal tersebut kami tidak bisa melarang, jika memang mereka mau membagikan sendiri bantuannya, dipersilahkan,

"Untuk bantuan beras yang diberikan pada tukang becak, merupakan sumbangan dari ASN, serta  telah dibagi juga pada masyarakat sumbangan sebanyak 1.813 paket dari provinsi Aceh,"katanya.

Sementara kriteria untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari 14 item persyaratan yang disampaikan Pemerintah pusat, 9 diantaranya harus terpenuhi dan poin tersebut tidak terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang, namun alokasi anggaran tetap harus dikeluarkan dari Anggaran Dana Desa (ADD) yaitu diperuntukkan bagi masyarakat yang sangat terdampak. Ada  hal lain lagi, nantinya  akan segera didata para pedagang di kantin sekolah, karena sudah dua bulan mereka tidak bisa mencari nafkah.

"Saya sangat berharap pada para pemangku gugus tugas, walaupun dipandang sebelah mata oleh segelintir orang, namun yang anda lakukan itu adalah tugas mulia dan semoga menjadi amalan,"ungkapnya. (WD-013).


Komentar Anda

Berita Terkini