Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Perbaiki Permintaan dengan Menjaga Konsumsi, Investasi Serta Ekspor-Impor

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu menyampaikan langkah-langkah Pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional dari pandemi COVID-19 dalam Media Briefing virtual tentang Pemulihan Ekonomi Nasional pada Rabu, (13/05) di Jakarta.

Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan memperbaiki sisi permintaan (demand). Oleh karena itu pemerintah berusaha menjaga konsumsi, mendorong investasi dan mendukung ekspor-impor.

Dalam menjaga konsumsi, pemerintah berikan bantuan sosial (bansos) dan subsidi kepada masyarakat miskin dan rentan miskin berupa sembako, kartu Prakerja, pembebasan tarif listrik, penambahan Program Keluarga Harapan (PKH). 

"Desil 1,2,3 banyak sekali satu keluarga atau satu penerima manfaat bisa menerima 2 sampai 3 manfaat sekaligus. Misalnya dia sudah menerima PKH, lalu terima juga sembako, pembebasan tarif listrik. Itu tidak apa-apa karena dia yang paling miskin," jelasnya.

Sedangkan konsumsi untuk kelas menengah, pemerintah memberikan stimulus berupa bidang pariwisata ketika kondisi ekonomi akibat pandemi sudah membaik yang diperkirakan di kuartal 3 - kuartal (Q3-Q4), restoran dan transportasi.

"Perluasan sektor konsumsi kelas menengah akan disiapkan stimulus untuk pariwisata, restoran, transportasi Harapannya di Q3, di Q4 sudah terlihat," paparnya.

Kemudian untuk mendorong investasi, pemerintah berikan insentif pajak, insentif kepabeanan dan cukai, memberi kelonggaran persyaratan kredit bagi UMKM serta keringanan pembayaran cicilan.

Langkah pemerintah dalam mendukung ekspor impor juga memberikan insentif pajak, kepabeanan dan cukai, menyederhanakan dan mengurangi larangan terbatas (lartas), mempercepat ekspor impor untuk pengusaha yang reputable, dan meningkatkan layanan ekspor impor lewat National Logistic Ecosystem (NLE). 

"Apapun yang kita siapkan sekarang, lebih besar untuk input Alkes, memproduksi barang dalam negeri, akan lebih baik lagi jika bisa diekspor seperti (perusahaan penerima) KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor)," pungkasnya. (Kemenkeu/wp.03)

(Foto: Kemenkeu)




Komentar Anda

Berita Terkini