Puluhan Hektar Perkebunan Karet Warga Diharang Dilalap Sijago Merah

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Diduga akibat cuaca panas yang dikeluarkan Bumi, dan hujan yang tak kunjung turun dalam beberapa bulan terakhi ini, Si jago merah melalap puluhan hektar perkebunan karet milik warga di Bukit Malou, Desa Harang, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/05/2020) sore sekira Pukul 15.10 WIB.

Dari Pantauan dan Informasi yang dihimpun Harian9.com, sekitar pukul 16.15 WIB, warga desa harang setempat tiba tiba dari rumah melihat api sudah membesar di perkebunan warga yang ditumbuhi pohon karet dan tanaman lainnya.

“Warga berupaya mengantisipasi agar api tidak merembet ke perkebunan lain, sedangkan lahan yang sudah terbakar diperkirakan kurang lebih seluas 5 hektar,” ujar warga sekitar.

Sementara Kepala Desa Harang Guntur Hasibuan masih berada dilokasi sekira 17.00 saat dihubungi via telepon mengaku sedang berada dilokasi bersama petugas  Bhabinkamtibmas Kepolisian sektor kecamatan Ulu Sosa dan warga desa.

Kades mengatakan benar ada kebakaran, beliau sedang dilokasi dengan petugas kepolisian dan warga untuk memadamkan api, Api kecil bergerak cepat tidak ada yg berani dekat meskipun warga yang bantu memadamkan kobaran api diantaranya Johan  Hasibuan, Anas Nasution, Emri Hasibuan, Aliarjo Hasibuan, Maralohot Hasibuan, Sautanda Hasibuan, Sudin Nasution, Makmun Hasibuan dan babinkabtibmas, Lokasi kebaran lahan tersebut berada disebelah Utara desa.

"Seperti di ketahui lahan kebun karet milik warga Anas Nasution diperkirakan ada 3 hektar kebunnya yang terbakar, belum lagi lahan warga yang lain belum dapat kita pastikan karena belum bisa untuk di lewati dan didata. tutur Kades.
Saya mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan, mengingat saat ini musim panas,” harap kades.

Ditambahkan Johan Hasibuan warga setempat menyebutkan, “kebakaran ini cukup banyak mengundang perhatian masyarakat, baik masyarakat desa Harang, serta masyarakat yang berada dari desa desa terangga, besarnya api telah meluluh lantahkan puluhab hektar kebun.

"Maka sudah dipastikan tingginya api, mampu bisa terlihat jelas mencapai radius 7 km dari tempat kejadian, sehingga bisa terlihat dari jarak jauh, namun hingga saat ini apa penyebabnya terjadi kebakaran belum diketahui," ungkap  johan dan diamini oleh warga lainnya yang ikut memadamkan api tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran dan kerugian warga masyarakat pemilik kebun tersebut,

Namun isu yang berkembang, api diduga berasal dari cuaca panas yang berkepanjangan saat ini dan hujan tidak pernah turun dalam beberapa bulan ini yang akibatkan lahan perkebunan warga terbakar. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini