-->

Terima Kunker Reses Perorangan, Syahrul Harap Tapsel Menjadi Kawasan Strategis EBT

HARIAN9 author photo
TAPSEL|H9
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu, menerima kunjungan kerja reses perorangan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil II Sumatera Utara (Sumut) Sihar P.H. Sitorus periode 2019-2024 di ruang rapat Bupati Tapsel, Sipirok, Jum'at kemarin.

Saat menerima kunjungan tersebut Bupati Syahrul M Pasaribu, didampingi Wakil Bupati Ir. Aswin Efendi Siregar, anggota DPRD Tapsel Jaka Sipahutar, Sekdakab Tapsel Drs. Parulian Nasution, Asisten I Pemum Hamdan Zen, Staf Ahli, pimpinan OPD Tapsel yang terkait, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Kabag Umum dan Perlengkapan Farwis Rizky, Ka. Kantor Pajak Pratama, Ka. BPS Tapsel dan para pimpinan Cabang Bank di Tapsel.

Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu mengucapkan, selamat datang kepada Sihar P.H. Sitorus beserta rombongan yang mana Sihar P.H. Sitorus merupakan anggota DPR RI yang duduk di Komisi XI dari Fraksi PDIP Dapil II Sumut yang meliputi 19 Kabupaten/Kota dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Kemudian Bupati Syahrul, menceritakan perjalanan pemekaran beberapa Kabupaten/Kota dari Kabupaten induk Tapsel seperti Kabupaten Mandailing Natal yang lahir pada tahun 1998, Kota Padangsidimpuan lahir pada tahun 2001 kemudian di tahun 2007 lahirlah anak kembar yaitu Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas yang berdasarkan UUD No. 37 dan 38.

Pada saat lahirnya UUD No. 37 dan 38 disitu ada perintah bahwasanya Ibukota Tapsel harus sudah berada di Sipirok, maka pada tanggal 12 Agustus 2014 Pemkab Tapsel sudah mulai berkantor di Sipirok. 

Lanjut Syahrul, menurut data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) diakhir Desember 2019 penduduk Kabupaten Tapsel berada dikisaran 311 ribu orang, sedangkan menurut data Badan Pusat Statisik (BPS) dikisaran 285 ribu orang dari 212 desa 36 kelurahan yang tersebar di 15 Kecamatan

“ Sekarang Tapsel relatif sudah lumayan berkembang tentu dengan sejumlah tantangan dan dibalik tantangan sudah pasti ada harapan seperti pengelolaan keuangan dan Alhamdulillah Tapsel telah meraih opini WTP enam kali secara berturut-turut, “ kata Syahrul.

Sedangkan sejumlah jalan koridor nasional yang ada di Tapsel tahun ini sudah diproses lelang dengan multiyears kontrak 2 tahun, seperti lintas sektor barat antara Tapteng menuju Padangsidimpuan seterusnya kalau kita dari Sibolga tepatnya berada diujung Jembatan Trikora Batang Toru itu disebut koridor jalan Pantai Barat yang menghubungkan Kabupaten Madina. 

“ Begitu juga yang menghubungkan koridor jalan nasional tepatnya yang berada dilintas tengah antara Pahae, Batu Jomba, Aek Latong, Pal XI hingga menuju Padangsidimpuan. Maka dari itu saya berharap kepada Bapak Sihar P.H. Sitorus sebagai perwakilan kami yang ada di Komisi XI DPR RI untuk bagaimana jalan yang menghubungkan Pahae, Batu Jomba, Aek Latong, Pal XI hingga Padangsidimpuan menjadi lebih baik, “ harap Syahrul.

Selanjutnya salah satu kontribusi yang ingin dikembangkan adalah menjadikan Tapsel sebagai kawasan strategis Energi Baru Terbarukan (EBT). Alasannya, karena di Pahae Silangkitang sekitarnya ada potensi panas bumi yang dikelola oleh PT. SOL dan itu sesungguhnya banyak orang tidak tahu, disana potensi panas buminya diatas 1000 megawatt yang eksisting baru 3 x 110 dan wilayah kerja pertambangan (WKP) berada di Sibual-buali Sipirok.

Hubungannya dengan itu, kenapa saya tawarkan menjadi kawasan strategis energi baru terbarukan (EBT) karena lewat Pahae hingga lewat batas Taput menuju Tapsel yang berada disekitar Aek Batang Paya beririsan dengan Kecamatan Sipirok dan Kecamatan Marancar saat ini sedang dilaksanakan pembangunan PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 megawatt yang masuk program strategis nasional (PSN) sebagaimana program Presiden RI Joko Widodo yaitu bagian dari 35.000 megawatt dan kalau kita tarik lagi disekitar Sibual-buali disitu ada potensi panas bumi kurang lebih 210 megawatt.

Sedangkan kalau kita ke Kabupaten Madina disitu ada potensi panas bumi dikisaran 410 megawatt dan begitu juga dengan PLTA Siborpa Eco Power dengan kapasitas 114 megawatt yang berada di Kecamatan Aek Bilah, maka inilah alasan kami agar kawasan ini  menjadi kawasan energi baru terbarukan, sebut Syahrul.

“ Andaikata ini jadi tentu kita telah menyahuti apa yang ditandatangani Bapak Presiden RI Joko Widodo yaitu perjanjian Paris mengurangi emisi gas rumah kaca untuk 23 persen pada tahun 2025. Oleh karena itu saya berharap, semoga dengan kedatangan Bapak Sihar P.H. Sitorus ini akan memberikan kontribusi positif, mengingat beliau ada di komisi XI DPR RI bidang Keuangan dan Perekonomian yang diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan, “ terangnya.

Sementara itu, Sihar P.H. Sitorus dalam kunjungan itu mengatakan, saya ditugaskan Partai PDI P untuk mengisi Komisi XI di DPR RI membidangi keuangan dan perekonomian dengan 12 mitra kerja antara lain BI, Menteri Keuangan, BPK, BPS, Bappenas dan lainnya.

“ Oleh karena itu perlu adanya keterbukaan informasi dan tidak menutup kemungkinan investor akan selalu milirik Kabupaten Tapsel. "Mengingat Kabupaten Tapsel ini sangat mempunyai potensi yang besar, maka saya siap untuk membantu peningkatan perekonomian di Tapsel, “ katanya.

Sihar Sitorus juga menyoroti terkait bidang pendidikan, semua anak anak kita harus lulus SMA wajib belajar 12 Tahun tidak ada perbedaan, mengingat dunia pendidikan juga merupakan salah satu upaya untuk bisa menumbuh kembangkan perekonomian, maka anggaran Pemerintah Pusat dialokasikan sangat besar untuk pendidikan, salah satunya untuk beasiswa S2 dan S3.

“ Begitu juga tantangan secara ekonomi penerimaan pajak kita dibawah target sementara pengeluaran kita cukup banyak. Sekarang bagaimana kita berpikir menggenjot pendapatan Negara, sementara jaring sosial semakin melebar, pemerintah menjamin kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan lainnya dananya dari mana kita ambil sementara masyarakat menginginkan gratis, “ ucap Sihar. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini